-
Iran melancarkan serangan udara besar ke negara Teluk usai pidato perdana Mojtaba Khamenei.
-
Fasilitas minyak, bandara, dan pemukiman di negara-negara Arab menjadi sasaran utama rudal Iran.
-
Mojtaba Khamenei menuntut ganti rugi pada AS-Israel dan mengancam akan menutup Selat Hormuz.
Suara.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran melancarkan serangan udara beruntun.
Langkah agresif ini muncul secara dramatis tepat setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru saja menjabat memberikan pernyataan resminya.
Laporan dari Al Jazeera mengonfirmasi bahwa berbagai proyektil mematikan mulai melintasi ruang udara negara-negara Teluk Timur Tengah dalam waktu singkat.
Fenomena hujan drone dan rudal tersebut memicu kepanikan luar biasa di sepanjang pesisir semenanjung Arab sejak Kamis malam.
Hingga Jumat pagi, sistem pertahanan udara di wilayah tersebut dipaksa bekerja ekstra keras menghalau ancaman dari langit.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan puluhan pesawat nirawak milik Teheran.
Salah satu target serangan yang paling krusial adalah kawasan ladang minyak Shaybah yang menjadi jantung ekonomi Riyadh.
Meskipun intersepsi berhasil dilakukan, militer Arab Saudi tetap mempertahankan status kewaspadaan tertinggi di seluruh instalasi vital mereka.
Sementara itu, ketegangan serupa menjalar ke wilayah Bahrain akibat target serangan yang menyasar sektor logistik energi.
Baca Juga: Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
Kementerian Dalam Negeri Bahrain segera mengaktifkan protokol darurat berupa bunyi sirene di seluruh wilayah Muharraq.
Warga Bahrain diminta untuk segera mencari lokasi perlindungan yang aman guna menghindari dampak ledakan tangki bahan bakar.
Kondisi tidak kalah genting terjadi di Kuwait di mana militer setempat tengah berjibaku menahan gelombang serangan udara.
Pemerintah Kuwait mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak panik namun tetap mematuhi instruksi keamanan dari otoritas.
Pihak pertahanan Kuwait melaporkan adanya lima rudal serta tujuh drone yang terdeteksi masuk ke wilayah kedaulatan mereka.
Beberapa unit drone dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan jatuh menghantam gedung pemukiman serta area Bandara Internasional Kuwait.