Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Terbanyak Berasal dari Shio Tikus

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:08 WIB
Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Terbanyak Berasal dari Shio Tikus
Shio Tikus. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Data Dukcapil menunjukkan populasi Indonesia terbanyak didominasi oleh penduduk bershio Tikus, sejumlah 25.348.923 jiwa.
  • Pengelompokan shio ini merupakan cara kreatif melihat kohort usia yang mencerminkan puncak kelahiran pada tahun tertentu.
  • Hasil analisis data ini membuktikan kualitas administrasi kependudukan yang tinggi serta penting untuk prediksi layanan publik.

Suara.com - Data kependudukan terbaru mengungkap potret unik demografi Indonesia. Berdasarkan klasifikasi shio dalam kalender Tionghoa, jumlah penduduk terbanyak ternyata berasal dari kelompok Shio Tikus.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi mengatakan, hasil pengolahan data administrasi kependudukan menunjukkan populasi terbesar berada pada kelompok shio tersebut.

Berdasarkan klasifikasi shio, jumlah penduduk terbanyak berada pada Shio Tikus 25.348.923 jiwa; Shio Kelinci 25.112.854 jiwa; dan Shio Naga 25.021.878 jiwa. Sementara shio dengan jumlah paling sedikit adalah Shio Kambing sebanyak 22.571.729 jiwa.

Data tersebut diolah dari sistem administrasi kependudukan nasional yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Menurut Teguh, pengelompokan penduduk berdasarkan shio bukan semata-mata pendekatan budaya, tetapi juga dapat digunakan sebagai cara kreatif untuk membaca struktur demografi masyarakat.

“Dari sudut pandang demografi dan kedukcapilan, pengelompokan penduduk berdasarkan Shio sebenarnya adalah cara kreatif untuk melihat kohort (kelompok usia) berdasarkan tahun kelahiran,” kata Teguh dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, besarnya jumlah pada shio tertentu mencerminkan puncak kelahiran pada tahun-tahun tertentu. Misalnya, kelompok Shio Tikus yang mencapai sekitar 25,3 juta jiwa mewakili penduduk yang lahir pada tahun 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, dan 2020.

Menurut Teguh, angka tersebut menunjukkan bahwa banyak dari mereka saat ini berada dalam rentang usia produktif.

Secara demografi, jumlah besar pada Shio tertentu menunjukkan puncak kelahiran pada tahun-tahun spesifik. Misalnya Shio Tikus yang mewakili warga kelahiran tahun 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, dan 2020. 

baca juga

"Angka tertinggi itu mencerminkan populasi Gen Z dan Milenial yang sedang berada di usia produktif,” imbuh Teguh.

Sementara itu, jumlah penduduk dengan Shio Kelinci dan Shio Naga juga tidak terpaut jauh. Untuk Shio Kelinci tercatat sekitar 25,1 juta jiwa, sedangkan Shio Naga mencapai sekitar 25 juta jiwa. Kondisi ini menunjukkan konsistensi angka kelahiran pada periode tahun yang berdekatan.

“Untuk Shio Kelinci & Naga, masing-masing sebanyak 25,1 juga & 25,0 juta, mengikuti tepat di belakangnya. Ini menunjukkan konsistensi angka kelahiran pada periode tahun yang berdekatan (misalnya 1996 ke 1999 atau 2008 ke 2012),” ujar Teguh.

Lebih jauh, Teguh mengatakan data tersebut juga menunjukkan tingginya kualitas administrasi kependudukan di Indonesia.

“Secara kedukcapilan, data ini menunjukkan tingkat tertib administrasi yang sangat tinggi. Angka ini hanya bisa muncul jika data tanggal, bulan, dan tahun lahir penduduk sudah terdigitalisasi dengan baik dalam database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan),” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengolahan data kependudukan saat ini tidak hanya terbatas pada nomor induk kependudukan (NIK), tetapi juga dapat dianalisis menggunakan berbagai variabel lain.

“Dukcapil kini mampu melakukan data mining bukan hanya berdasarkan NIK, tapi juga variabel budaya (seperti Shio) untuk memetakan struktur penduduk secara lebih luwes,” ulas Teguh.

Bagi pemerintah, pemetaan ini juga bermanfaat untuk memprediksi lonjakan kebutuhan layanan publik, misalnya saat kelompok usia tertentu mulai memasuki usia sekolah atau usia wajib memiliki KTP elektronik.

“Shio Tikus dan Naga mencakup rentang usia produktif yang besar saat ini, kelompok ini menjadi penyumbang utama Bonus Demografi Indonesia. Mereka adalah penggerak ekonomi sekaligus target utama kebijakan ketenagakerjaan,” pungkas Teguh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!

Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:50 WIB

Urus KTP, KK, dan Akta di Dukcapil Gratis, Kemendagri: Jangan Mau Dipungut Biaya

Urus KTP, KK, dan Akta di Dukcapil Gratis, Kemendagri: Jangan Mau Dipungut Biaya

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:47 WIB

Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia

Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:33 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×