Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:12 WIB
Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ahmad Sahroni kecam penyiraman air keras aktivis KontraS sebagai teror demokrasi.
  • Komisi III DPR desak polisi ungkap dalang penyerangan Andrie Yunus segera.
  • Andrie Yunus disiram air keras usai bahas isu militerisme di YLBHI.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Sahroni menilai tindakan brutal tersebut merupakan bentuk teror nyata yang mencederai iklim demokrasi di Indonesia.

"Teror seperti ini sangat buruk bagi iklim demokrasi kita, terutama jika motifnya terbukti berkaitan dengan aktivitas advokasi korban," ujar Sahroni saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/3/2026).

Legislator dari Partai NasDem ini mendesak aparat kepolisian untuk segera bergerak cepat mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menekankan bahwa polisi tidak boleh hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga harus mengungkap dalang serta motif di balik penyerangan ini guna mencegah spekulasi liar di masyarakat.

“Saya meminta kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan aktor intelektual di balik penyerangan ini. Ungkap motifnya secara terang benderang,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak penegak hukum untuk memberikan atensi serius terhadap kasus ini. Serangan terhadap Andrie Yunus menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di tanah air.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa serangan tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa. Ia menduga kuat aksi brutal ini menargetkan Andrie karena aktivitas advokasi yang tengah ia jalankan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.37 WIB. Insiden berlangsung saat Andrie baru saja menyelesaikan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta Pusat.

Dalam rekaman tersebut, Andrie diketahui membahas isu sensitif mengenai militerisme serta rencana judicial review terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Saat tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Andrie tiba-tiba dipepet oleh dua orang tidak dikenal (OTK) yang berboncengan motor. Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan cairan air keras ke tubuh korban dan segera melarikan diri dari lokasi kejadian.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen HAM Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Minta Polisi Usut Tuntas dan Terbuka

Wamen HAM Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Minta Polisi Usut Tuntas dan Terbuka

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:03 WIB

Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:43 WIB

PDIP Pasang Badan untuk Andrie Yunus, Guntur Romli: Teror Tak Bisa Matikan Sikap Kritis

PDIP Pasang Badan untuk Andrie Yunus, Guntur Romli: Teror Tak Bisa Matikan Sikap Kritis

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×