- Indonesia mengamankan pembelian rudal BrahMos dari India untuk modernisasi sistem senjata, fokus pada peningkatan pertahanan laut.
- Iran mengklaim memiliki rudal hipersonik Fattah-1 yang mampu menembus pertahanan udara Israel dan Amerika Serikat.
- BrahMos adalah rudal jelajah supersonik yang akurat, sedangkan Fattah-1 merupakan rudal balistik hipersonik yang sangat cepat.
Suara.com - Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kembali memicu perhatian dunia pada perlombaan senjata rudal.
Di tengah konflik Timur Tengah yang tengah membara, pemerintah Indonesia telah mengonfirmasi kesepakatan pengadaan BrahMos dari India sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem senjata.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait menyebut pembelian itu bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan, terutama di sektor laut.
Langkah ini terjadi saat dunia menyoroti konflik Timur Tengah, di mana Iran mengklaim memiliki rudal hipersonik yang mampu menembus pertahanan udara Israel dan Amerika.
![4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS. [Dok. X/@zhao_dashuai]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/75395-rudal-brahmos-pj-10.jpg)
Duel dua rudal: cepat vs sangat cepat
BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia dengan kecepatan mendekati Mach 3.
Rudal ini dikembangkan bersama India dan Rusia untuk menghancurkan kapal perang, pangkalan militer, dan target strategis dengan akurasi tinggi.
Sebaliknya, Fattah-1 diklaim Iran sebagai rudal hipersonik yang mampu melaju lebih dari Mach 10 dan bermanuver di fase akhir, sehingga sangat sulit dicegat sistem pertahanan udara modern.
Perbedaan keduanya sangat jelas, BrahMos adalah rudal jelajah supersonik, terbang rendah, presisi tinggi
Sementara Fattah-1 merupakan rudal balistik hipersonik, jarak jauh, daya hancur besar
Baca Juga: Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik
Analis militer Barat menyebut BrahMos berbahaya dalam perang laut, sedangkan Fattah-1 lebih cocok untuk serangan strategis jarak jauh.
Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka siap menggunakan rudal generasi baru jika diserang.
Media Iran menyebut Fattah-1 dirancang untuk menembus sistem pertahanan seperti Arrow, Patriot, dan Iron Dome.
Amerika dan Israel sendiri lebih mengandalkan rudal jelajah presisi seperti Tomahawk dan berbagai rudal udara Israel, yang terkenal akurat namun tidak secepat rudal hipersonik.
![Rudal Fattah 1 milik Iran [Armyrecognition.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/44223-rudal-fattah-1-milik-iran.jpg)
Siapa lebih berbahaya?
Jika dibandingkan langsung, Fattah-1 lebih cepat dan lebih jauh. Sementara BrahMos lebih akurat dan fleksibel.