-
Korban tewas serangan Israel di Lebanon mencapai 826 orang termasuk ratusan anak-anak.
-
Naim Qassem tegaskan Hizbullah siap perang panjang dan berjanji beri kejutan di medan laga.
-
Israel hancurkan jembatan strategis Sungai Litani untuk memutus jalur logistik dan perlintasan kunci.
Dirinya menekankan bahwa kelompoknya telah memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi pertempuran dalam waktu lama.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ancaman Tel Aviv yang ingin merusak infrastruktur Lebanon lebih luas.
Pidato Tegas Pemimpin Hizbullah Naim Qassem
Naim Qassem menyampaikan pesan tersebut melalui pidato televisi yang disiarkan kepada seluruh pendukung dan dunia internasional.
"Kita telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka (Israel-red) akan terkejut di medan perang," kata Qassem.
Beliau meyakini bahwa strategi yang telah disusun akan mampu memberikan perlawanan yang tidak diduga oleh lawan.
Menurut pandangannya, situasi saat ini bukan lagi sekadar konflik biasa yang bersifat terbatas atau sangat sederhana.
"Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana," sebutnya dalam pidato tersebut.
Penghancuran Jembatan Strategis Sungai Litani
Aksi militer Israel pada hari Jumat kemarin juga menyasar objek vital berupa sarana transportasi publik.
Sebuah jembatan penting yang melintasi Sungai Litani dilaporkan hancur total akibat hantaman rudal militer Israel.
Infrastruktur ini merupakan penghubung utama bagi mobilitas warga antara wilayah Zrariyeh menuju wilayah Tayr Falsay.
Secara geografis, aliran sungai tersebut merupakan pemisah antara Lebanon selatan dengan wilayah bagian timur dan barat.
Pihak militer Israel secara terbuka mengakui bahwa mereka memang menargetkan jembatan strategis tersebut dengan alasan militer.
Dampak Kerusakan Infrastruktur Publik Lebanon
Dalam keterangan resminya, Israel menyebut jembatan itu sebagai jalur distribusi logistik yang sangat krusial bagi lawan.
Pihak Israel menggambarkan jembatan yang dihancurkan itu sebagai "perlintasan kunci" bagi Hizbullah "untuk membangun kekuatan dan mempersiapkan diri bagi pertempuran".
Langkah penghancuran jembatan ini menandai fase baru dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Tel Aviv.
Ini menjadi momen pertama kalinya Israel secara terang-terangan menyerang fasilitas umum sejak konflik besar ini pecah.
Masyarakat internasional kini terus memantau eskalasi yang terjadi di wilayah perbatasan dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.
Kondisi Darurat di Wilayah Konflik
Banyak warga sipil yang kini terjebak di area konflik tanpa akses jalan yang memadai akibat jembatan putus.
Bantuan kemanusiaan juga mengalami kendala logistik karena jalur-jalur utama di Lebanon selatan mulai banyak yang rusak.
Ketegangan di lapangan diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat mengingat kedua pihak saling mengancam.
Hizbullah tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan wilayah meski gempuran udara Israel semakin masif dan mematikan.
Dunia mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus menjadi korban.