Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 15 Maret 2026 | 09:43 WIB
Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
Donald Trump
baca 10 detik
  • Donald Trump menentukan akhir perang Amerika-Israel melawan Iran hanya berdasarkan firasat personal yang kuat.

  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas bersama 1.300 orang akibat serangan udara AS.

  • Amerika mengancam hancurkan kilang minyak Iran jika blokade di Selat Hormuz terus berlanjut.

Suara.com - Ketegangan bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya Israel di tanah Iran kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan indikasi mengenai masa depan operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah tersebut.

Dalam sebuah dialog eksklusif bersama Fox News Radio, sang presiden mengungkapkan pandangannya terkait durasi pertempuran yang sedang berkecamuk.

Publik menanti kepastian mengenai kapan agresi militer ini akan menemui titik terang atau gencatan senjata secara resmi.

Trump memberikan jawaban yang cukup mengejutkan saat ditanya mengenai indikator berakhirnya baku tembak massal di wilayah kedaulatan Iran.

Muncul pertanyaan krusial mengenai kapan Amerika Serikat akan menarik diri dari palagan perang yang telah memakan banyak korban.

"Setelah ini berakhir, dan saya rasa tidak akan lama lagi ini, situasinya akan kembali memburuk dengan cepat," kata Trump.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa eskalasi konflik saat ini masih sangat dinamis dan sulit diprediksi secara matematis.

Saat didesak mengenai tolok ukur yang digunakan untuk menghentikan serangan, Trump memberikan jawaban yang bersifat personal.

baca juga

"Saat saya merasakannya. Firasat yang sangat kuat."

Kekuatan militer gabungan Washington dan Tel Aviv telah melancarkan operasi udara besar-besaran sejak akhir Februari lalu.

Agresi yang dimulai pada tanggal 28 Februari tersebut menyasar titik-titik vital di jantung pertahanan serta pusat pemerintahan Iran.

Dampak dari serangan udara tersebut sangat signifikan karena menyasar figur-figur paling berpengaruh di negara Republik Islam tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan menjadi salah satu korban jiwa dalam serangan udara yang sangat destruktif itu.

Tragedi ini juga merenggut nyawa anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk menantu, cucu, serta sejumlah petinggi keamanan negara.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempuran udara ini telah menyentuh angka yang sangat memprihatinkan.

Data terkini mencatat lebih dari 1.300 orang telah tewas di Iran akibat bombardir yang dilakukan secara terus-menerus.

Di antara ribuan korban yang kehilangan nyawa tersebut, banyak ditemukan warga sipil termasuk anak-anak dan kaum perempuan.

Situasi kemanusiaan di wilayah konflik dilaporkan semakin memburuk seiring dengan tidak adanya tanda-tanda penghentian serangan udara.

Iran tidak tinggal diam melihat wilayahnya hancur dan pemimpin tertingginya tewas akibat serangan mendadak tersebut.

Teheran segera melancarkan serangan balasan yang ditujukan ke wilayah Israel dan berbagai pangkalan militer milik Amerika Serikat.

Intensitas serangan balasan dari pihak Iran justru semakin meningkat tajam setelah kabar kematian Khamenei dikonfirmasi ke publik.

Selain melakukan serangan fisik, Iran juga mengambil langkah strategis dengan melakukan pemblokiran pada jalur distribusi energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz menjadi senjata utama Iran untuk mengganggu stabilitas ekonomi global sebagai bentuk protes atas agresi AS.

Langkah ini memicu reaksi keras dari Washington yang kembali mengirimkan armada tempurnya untuk melakukan serangan udara tambahan.

Pihak Amerika Serikat baru saja melaporkan keberhasilan serangan udara besar ke sebuah instalasi militer strategis milik Iran.

Sasaran utama serangan terbaru tersebut adalah pangkalan militer yang terletak di Pulau Kharg, lokasi yang sangat dekat dengan Selat Hormuz.

Trump mengklaim bahwa operasi di Pulau Kharg merupakan salah satu aksi militer paling hebat yang pernah terjadi di kawasan itu.

Meskipun melakukan serangan masif, Pentagon sengaja menghindari penghancuran pada fasilitas infrastruktur minyak yang ada di lokasi tersebut.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga agar stabilitas pasokan energi tidak benar-benar runtuh meskipun perang sedang berlangsung hebat.

Namun, Amerika Serikat memberikan peringatan keras bahwa perlindungan terhadap fasilitas minyak Iran bisa dicabut sewaktu-waktu.

Trump menegaskan akan menghancurkan kilang minyak jika Iran terus mengganggu lalu lintas kapal di jalur Selat Hormuz.

Ancaman ini menciptakan efek domino yang membuat pihak Teheran mengeluarkan peringatan balasan yang tidak kalah mengerikannya.

Iran bersumpah akan meratakan seluruh fasilitas energi milik perusahaan Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah.

Pertikaian ini kini berada pada titik nadir yang mengancam keamanan energi dunia jika kedua pihak tidak segera menahan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas

Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:21 WIB

Israel Bantah Isu Kematian Netanyahu, Akun Anaknya Mendadak 'Hilang' Misterius

Israel Bantah Isu Kematian Netanyahu, Akun Anaknya Mendadak 'Hilang' Misterius

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:03 WIB

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB

Terkini

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:05 WIB

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

News | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Riau | Senin, 14 September 2026 | 13:02 WIB

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Bali | Senin, 14 September 2026 | 12:55 WIB

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

News | Senin, 14 September 2026 | 12:54 WIB

Aset Korupsi yang Jadi Sekolah dan Pesantren Tetap Difungsikan, Ini Usulan DPR

Aset Korupsi yang Jadi Sekolah dan Pesantren Tetap Difungsikan, Ini Usulan DPR

News | Senin, 14 September 2026 | 12:52 WIB

Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun

Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:50 WIB

×