Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Bernadette Sariyem

Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran tengah menembakkan rudal.
baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengkonfirmasi sedikitnya 200 tentara luka akibat serangan rudal Iran selama Operasi Epic Fury.
  • Sebanyak 13 anggota layanan AS tewas dalam perang, termasuk korban kecelakaan pesawat dan serangan drone di beberapa negara.
  • Konflik ini menyebabkan lebih dari 1.300 warga Iran gugur, memicu kekhawatiran eskalasi regional dan kebijakan AS yang ambigu.

Suara.com - Amerika Serikat akhirnya mengakui sedikitnya 200 tentara menjadi korban akibat serangan rudal-rudal Republik Islam Iran, di seluruh pangkalan militer Timur Tengah Pakde Sam.

Juru Bicara Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan, ratusan prajurit itu mengalami luka-luka yang bervariasi.

"Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 200 tentara terluka dalam rangkaian pertempuran," kata Hawkins, dikutip dari The Guardian, Selasa (17/3/2026).

Meskipun jumlah personel yang terluka cukup signifikan, Hawkins mencoba memberikan klasifikasi terkait tingkat keparahan luka tersebut.

Ia menekankan, sebagian besar tentara yang terkena dampak telah mendapatkan perawatan medis dan diizinkan kembali bertugas.

“Mayoritas dari cedera ini bersifat ringan. Sebanyak 180 orang sudah kembali bertugas,” kata Hawkins.

Namun, Hawkins memilih untuk tidak merinci lebih lanjut ketika ditanya mengenai jenis cedera spesifik yang dialami atau penyebab pasti dari luka-luka tersebut.

Detail Cedera dan Korban Serius

Meski pihak resmi CENTCOM menyatakan mayoritas luka bersifat ringan, laporan investigasi dari sumber lain memberikan detail yang lebih kelam.

baca juga

ABC News sebelumnya melaporkan bahwa cedera yang dialami personel militer mencakup luka bakar, luka akibat serpihan peluru (shrapnel), hingga cedera otak traumatis (TBI).

Dari total 200 orang yang terluka, Hawkins mengakui dalam laporan sebelumnya bahwa setidaknya terdapat 10 personel militer yang masuk dalam kategori “terluka parah”.

Kondisi ini mencerminkan betapa berbahayanya persenjataan yang digunakan dalam konflik simetris antara kekuatan Barat dan Iran.

Hingga hari Senin pekan ini, tercatat sebanyak 13 anggota layanan AS telah mati dalam perang melawan Iran ini.

Insiden fatal terbaru melibatkan enam awak pesawat pengisi bahan bakar militer AS yang jatuh di wilayah Irak barat pekan lalu.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang duka militer Amerika di tengah upaya mereka mengamankan kepentingan strategis di kawasan tersebut.

Tak hanya di Irak, serangan langsung juga menyasar fasilitas penting di negara sekutu.

Enam personel layanan AS tewas ketika pesawat tak berawak (drone) milik Iran menghantam pusat operasi di pelabuhan sipil di Kuwait.

Selain itu, satu anggota layanan AS ketujuh dinyatakan meninggal dunia setelah terluka dalam serangan di pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi.

Dampak Kemanusiaan dan Eskalasi Regional

Perang ini tidak hanya memakan korban dari pihak Amerika. Laporan dari duta besar Iran untuk PBB menyatakan bahwa lebih dari 1.300 warga Iran gugur hingga pekan lalu.

Angka ini belum termasuk ratusan warga sipil yang menjadi korban di Lebanon, serta 15 orang yang tewas di Israel akibat serangan balasan.

Tingginya angka kematian di kedua belah pihak memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang regional yang tidak terkendali.

Lebanon, yang sering kali menjadi medan tempur proksi, kembali harus menelan pil pahit dengan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar.

Di tengah situasi yang mencekam, peta politik domestik Amerika Serikat turut memanas. Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang dinilai banyak pihak sangat kontradiktif mengenai konflik ini.

Satu sisi, Trump mendesak sekutu Barat untuk segera terjun ke medan perang demi melindungi Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan urat nadi distribusi minyak global yang terancam terganggu akibat peperangan.

Namun, di lain sisi, Trump secara mengejutkan menyarankan agar Amerika Serikat tidak perlu melakukan upaya militer berlebihan untuk melindungi selat tersebut.

Alasannya, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini sudah memiliki "banyak minyak", sehingga ketergantungan pada jalur pasokan Timur Tengah dianggap tidak lagi krusial bagi ketahanan energi dalam negeri.

Pernyataan kontradiktif ini menimbulkan kebingungan di kalangan diplomat dan analis politik internasional.

Ketidakpastian arah kebijakan luar negeri AS, terutama menjelang pemilihan, menambah kompleksitas penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Para pengamat menilai bahwa tanpa strategi yang konsisten, risiko gangguan ekonomi global akibat terhambatnya distribusi minyak di Selat Hormuz akan tetap menghantui pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:22 WIB

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:03 WIB

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:48 WIB

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:39 WIB

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:31 WIB

Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:24 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma THR, Bupati Fadia Arafiq Minta Setoran Kado Ultah ke Kepala Dinas

Bukan Cuma THR, Bupati Fadia Arafiq Minta Setoran Kado Ultah ke Kepala Dinas

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:53 WIB

Daftar Lengkap Rangkaian Acara HUT ke-81 RI: Dari Zikir Kebangsaan hingga Merdeka Run

Daftar Lengkap Rangkaian Acara HUT ke-81 RI: Dari Zikir Kebangsaan hingga Merdeka Run

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:48 WIB

Babak I Timnas Indonesia vs Timor Leste: Garuda Mendominasi, Dylan Niski Pontang Panting

Babak I Timnas Indonesia vs Timor Leste: Garuda Mendominasi, Dylan Niski Pontang Panting

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:47 WIB

Bukan Cuma Murah, Tren 'Smart Shopping' Ini Bikin Dompet Lebih Tenang di Akhir Bulan

Bukan Cuma Murah, Tren 'Smart Shopping' Ini Bikin Dompet Lebih Tenang di Akhir Bulan

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:47 WIB

BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara, Temukan 414 Dapur Bermasalah

BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara, Temukan 414 Dapur Bermasalah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:44 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:41 WIB

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warijoyo

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warijoyo

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:39 WIB

Demam Spider-Man Kembali, Ada Perayaan Seru di Balik Film Barunya

Demam Spider-Man Kembali, Ada Perayaan Seru di Balik Film Barunya

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:36 WIB

Bukan yang Pertama, Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi ke RI Ternyata Sudah 3 Kali Beraksi

Bukan yang Pertama, Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi ke RI Ternyata Sudah 3 Kali Beraksi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:34 WIB

Polres Garut Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, Seorang Pria Asal Aceh Ditangkap

Polres Garut Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, Seorang Pria Asal Aceh Ditangkap

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:34 WIB

×