Pembatasan AI bagi Siswa SD hingga SMA: Melindungi atau Mengancam Masa Depan Anak Bangsa?

Bella, Lilis Varwati

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:13 WIB
Pembatasan AI bagi Siswa SD hingga SMA: Melindungi atau Mengancam Masa Depan Anak Bangsa?
Ilustrasi pembatasan AI bagi siswa SD-SMA. [Suara.com/Syahda]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menyusun SKB tujuh menteri untuk mengatur pemanfaatan AI, membatasi penggunaannya untuk tugas sekolah siswa SD hingga menengah.
  • Pembatasan ini bertujuan mencegah ketergantungan siswa yang dikhawatirkan melemahkan kemampuan berpikir kritis dan proses belajar mandiri mereka.
  • Pemerintah memilih pendekatan kombinasi antara pemanfaatan AI pembelajaran dan metode tradisional untuk menjaga kemampuan berpikir otentik siswa.

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat cepat dan mulai merambah dunia pendidikan. Dari membantu merangkum materi hingga menjawab pertanyaan siswa secara instan, AI perlahan menjadi alat belajar baru yang sulit dihindari.

Di tengah perkembangan itu, pemerintah Indonesia mulai menyusun pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI di lingkungan pendidikan, termasuk membatasi penggunaannya bagi pelajar di jenjang sekolah dasar hingga menengah.

Karena itu, muncul kebijakan pembatasan penggunaan AI bagi siswa SD hingga SMA melalui penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri yang mengatur pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI di dunia pendidikan. Aturan ini mencakup jalur pendidikan formal, nonformal, hingga informal.

Pertanyaannya, apakah kebijakan ini benar-benar melindungi kualitas pendidikan atau justru berpotensi menghambat kesiapan generasi muda menghadapi masa depan digital?

Membedah Wacana: Apa yang Dimaksud Pembatasan AI bagi Pelajar oleh Pemerintah?

Pemerintah melalui pedoman pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan menekankan bahwa penggunaan AI perlu diatur sesuai usia dan kesiapan siswa. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah pembatasan penggunaan chatbot berbasis AI untuk menjawab tugas sekolah oleh siswa di jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Kebijakan ini dibuat untuk mencegah ketergantungan pada teknologi yang dikhawatirkan dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis serta proses belajar mandiri siswa.

Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa AI tidak sepenuhnya dilarang di sekolah. Teknologi tersebut tetap dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari metode pembelajaran, misalnya untuk menampilkan materi berbasis video, simulasi pembelajaran, maupun teknologi kelas digital.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kemampuan berpikir siswa.

Namun, sejumlah akademisi mengingatkan bahwa pembatasan yang terlalu ketat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Akademisi dari Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Widiantara, menilai pelarangan bukanlah jawaban utama dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

baca juga

“Pembatasan AI untuk pendidikan bukan solusi utama,” ujar Komang Agus.

Ia menilai jika siswa sama sekali dijauhkan dari teknologi tersebut, mereka justru bisa tertinggal dari perkembangan dunia yang semakin digital.

AI dalam Pendidikan: Ancaman atau Peluang?

Infografis pembatasan AI bagi siswa SD-SMA. [Suara.com/Syahda]
Infografis pembatasan AI bagi siswa SD-SMA. [Suara.com/Syahda]

Meski menuai kekhawatiran, teknologi AI juga membawa potensi besar bagi dunia pendidikan. AI dapat membantu siswa memahami materi yang kompleks, menyediakan referensi pembelajaran lebih cepat, hingga membantu guru merancang metode pengajaran yang lebih personal sesuai kebutuhan siswa.

Karena itu, sejumlah akademisi menilai pendekatan yang lebih tepat adalah membekali siswa dengan literasi AI, bukan menjauhkannya dari teknologi tersebut. Tanpa pemahaman yang memadai, siswa justru bisa menggunakan AI secara sembunyi-sembunyi tanpa bimbingan guru.

Kekhawatiran Global: AI Bisa Picu Kemalasan Intelektual

Kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam pendidikan juga muncul di berbagai negara. Di China, sejumlah akademisi memperingatkan bahwa ketergantungan pada AI dapat memicu apa yang disebut sebagai “intellectual laziness” atau kemalasan intelektual pada siswa.

Presiden Beijing University of Posts and Telecommunications, Xu Kun, menyebut kecerdasan buatan sebagai “pedang bermata dua” bagi sistem pendidikan.

Menurutnya, jika siswa terlalu mengandalkan AI untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas, mereka bisa kehilangan dorongan untuk menganalisis masalah dan mengembangkan kreativitas secara mandiri.

Di Indonesia, pemerintah mencoba mengambil jalan tengah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pendekatan yang ditempuh bukanlah menolak teknologi, melainkan mengombinasikannya dengan metode pembelajaran konvensional yang menekankan kemampuan berpikir siswa.

“Kami kan mengombinasikan itu dengan model pembelajaran yang konvensional atau tradisional, misalnya kegiatan menulis itu kita aktifkan lagi sekarang. Jadi misalnya dia dengan IFP itu dia bisa nonton pembelajaran dengan IFP yang ada nonton film atau pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain, tapi mereka nanti membuat resume itu dengan tulisan tangan,” ujar Mu’ti.

Ia menilai pendekatan ini penting karena selama ini banyak pekerjaan rumah siswa berbentuk lembar kerja atau soal yang belum tentu dikerjakan sendiri oleh siswa. Karena itu, pemerintah mendorong tugas yang lebih menekankan aktivitas membaca dan menulis tangan agar kemampuan berpikir anak tetap berkembang secara otentik.

“Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu. Sehingga kita kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran ‘tradisional’ yang menekankan pada kemampuan-kemampuan otentik anak dalam berpikir, menggunakan gagasan, dan menulis,” kata Mu’ti.

Perdebatan mengenai AI di dunia pendidikan tampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat. Tantangannya bukan hanya soal membatasi teknologi, tetapi juga memastikan generasi muda mampu memanfaatkannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Saya Memilih Menanam Cabai Saat Dunia Sedang Mengejar AI

Kenapa Saya Memilih Menanam Cabai Saat Dunia Sedang Mengejar AI

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:18 WIB

Predator Helios 16 AI Resmi di Indonesia, Laptop Gaming RTX 5090 Seharga Rp79 Juta

Predator Helios 16 AI Resmi di Indonesia, Laptop Gaming RTX 5090 Seharga Rp79 Juta

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:57 WIB

Indosat Gandeng Safaricom, Hadirkan AI dan M-PESA untuk Layanan Digital Lebih Cerdas

Indosat Gandeng Safaricom, Hadirkan AI dan M-PESA untuk Layanan Digital Lebih Cerdas

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:43 WIB

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 21:10 WIB

Terpopuler: 7 Prompt AI Gambar Ucapan Idulfitri, Tips Menghemat Baterai HP saat Mudik

Terpopuler: 7 Prompt AI Gambar Ucapan Idulfitri, Tips Menghemat Baterai HP saat Mudik

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:05 WIB

TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:09 WIB

Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain

Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:24 WIB

Bongkar Hoaks Foto AI Pelaku Teror Andrie Yunus, Polisi: Diduga Disusun Jaringan Pelaku yang Panik

Bongkar Hoaks Foto AI Pelaku Teror Andrie Yunus, Polisi: Diduga Disusun Jaringan Pelaku yang Panik

News | Senin, 16 Maret 2026 | 14:30 WIB

7 Prompt Gambar Ucapan Idulfitri 2026 Pakai Gemini AI, dari Estetik sampai Futuristik

7 Prompt Gambar Ucapan Idulfitri 2026 Pakai Gemini AI, dari Estetik sampai Futuristik

Tekno | Senin, 16 Maret 2026 | 11:15 WIB

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem

Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Habiburokhman Pastikan Isu Surpres Ganti Kapolri Hoaks

Habiburokhman Pastikan Isu Surpres Ganti Kapolri Hoaks

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Tukin TNI Naik Usai 8 Tahun Stagnan, Kenapa Gaji Guru Masih Tertinggal?

Tukin TNI Naik Usai 8 Tahun Stagnan, Kenapa Gaji Guru Masih Tertinggal?

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?

Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:56 WIB

KPK: Pemerasan Bupati Pemalang Baru Libatkan Staf KPK Dias dan Ayahnya, Perantara Masih Diusut

KPK: Pemerasan Bupati Pemalang Baru Libatkan Staf KPK Dias dan Ayahnya, Perantara Masih Diusut

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:55 WIB

10 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Unik dan Terjangkau, Bermanfaat untuk Sehari-hari

10 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Unik dan Terjangkau, Bermanfaat untuk Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit

Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa

Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman

Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:43 WIB

×