Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
Akademisi sekaligus pendiri Lokataru Haris Azhar. (Suara.com/Rakha)
baca 10 detik
  • Haris Azhar soroti kejanggalan perbedaan data pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS.
  • Aktivis desak kasus penyerangan Andrie Yunus dibawa ke peradilan umum.
  • Haris Azhar minta aktor intelektual di balik oknum TNI segera diungkap.

Suara.com - Akademisi sekaligus pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar, menyoroti langkah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang mendadak menahan empat prajurit TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Haris menilai penahanan tersebut mengandung kejanggalan, terutama karena minimnya penjelasan mengenai proses penyelidikan awal.

“Kapan penyelidikannya dilakukan? Apa dasar yang membuat mereka langsung ditahan?” ujar Haris dalam diskusi publik bertajuk Menggugat Pembungkaman dan Impunitas Penyerangan Aktivis bersama LP3ES di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Haris membandingkan transparansi Puspom TNI dengan Polda Metro Jaya yang dinilai lebih terbuka dalam memaparkan tahapan penyelidikan hingga penyidikan. Ia juga menyoroti perbedaan mencolok terkait identitas para terduga pelaku.

Sebelumnya, kepolisian menyebut dua inisial terduga pelaku yakni BHC dan MAK. Namun, TNI justru mengumumkan empat prajurit dengan inisial berbeda, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

“Tentara dari kesatuan mana? Inisial namanya berbeda dengan temuan polisi, jumlahnya pun berbeda. Ini sangat meragukan,” kritik Haris.

Ia menduga perbedaan data ini menjadi sinyal bahwa penanganan kasus berisiko hanya berhenti pada tingkat pelaku lapangan semata. Haris bahkan mencium adanya indikasi keterlibatan struktur yang lebih besar, mengingat para pelaku disebut berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS).

“Kita punya banyak pengalaman di mana figur tertentu sengaja dikorbankan demi melindungi sistem. Dalam kasus Andrie Yunus, hal ini sangat mungkin terjadi karena melibatkan BAIS. Struktur di atasnya harus dibongkar,” tegasnya.

Lebih jauh, Haris menegaskan bahwa perkara ini seharusnya diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Pertimbangannya adalah korban merupakan warga sipil dan lokasi kejadian berada di ruang publik, bukan di area militer.

Selain itu, ia mengkritik penggunaan pasal penganiayaan terhadap para pelaku. Menurutnya, serangan menggunakan air keras yang direncanakan secara matang lebih tepat dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan.

baca juga

“Ini seharusnya pasal pembunuhan karena ada perencanaan matang. Tentara tidak mungkin bergerak sendiri tanpa ada pihak yang mengendalikan dan membiayai operasionalnya,” tambahnya.

Haris mendesak agar aktor intelektual di balik penyerangan ini segera diungkap.

“Jika dalangnya tidak terungkap, itu membuktikan adanya operasi terstruktur di atas mereka. Tidak mungkin aksi sekeji ini hanya inisiatif level prajurit rendah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×