Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 03 Agustus 2026 | 16:05 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS.
  • Dolar melemah dipicu harapan damai AS-Iran.
  • Pasar menanti data PDB RI, rupiah diprediksi konsolidasi.

Suara.com - Rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Mata uang Garuda menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam di tengah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (3/8/2026), rupiah ditutup di level Rp17.997 per dolar AS, menguat 25 poin atau 0,14% dibandingkan penutupan pekan lalu di Rp18.055 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak stabil di jalur penguatan sejak sesi pagi hingga penutupan pasar.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terutama ditopang oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Sentimen tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut Presiden AS Donald Trump akan berlangsung pada Senin waktu setempat.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS umumnya didukung oleh pelemahan dolar sendiri. Selain itu investor menantikan data indeks manufaktur AS malam ini, ditambah mengantisipasi perundingan damai AS-Iran yang menurut Trump akan berlangsung Senin hari ini," ujar Lukman.

Meski demikian, ia menilai ruang penguatan rupiah berpotensi terbatas pada perdagangan berikutnya. Pelaku pasar diperkirakan akan cenderung berhati-hati menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu.

Menurut Lukman, indikator ekonomi domestik masih memberikan sinyal yang beragam. Di satu sisi, inflasi yang semakin terkendali menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, kembalinya neraca perdagangan ke zona defisit masih menjadi faktor yang membebani pergerakan mata uang domestik.

"Dari sisi domestik, rilis data ekonomi memberikan gambaran beragam. Inflasi yang menurun turut mendukung rupiah, namun neraca perdagangan yang kembali mengalami defisit menekan rupiah. Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi menjelang rilis data PDB Indonesia hari Rabu," jelasnya.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,75%, diikuti peso Filipina yang menguat 0,54%, baht Thailand 0,28%, dolar Singapura 0,06%, rupee India 0,05%, serta dolar Hong Kong 0,005%. Sementara itu, yen Jepang tercatat melemah 0,43% terhadap dolar AS.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23 WIB

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:18 WIB

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:11 WIB

Bahlil Ungkap Hasil Rapat DEN dengan Prabowo di Istana

Bahlil Ungkap Hasil Rapat DEN dengan Prabowo di Istana

Video | Kamis, 17 September 2026 | 21:10 WIB

Padukan Realita dan AI, Lea Simanjuntak Hadirkan Visual Magis dalam Video Klip Ruang Dihatimu

Padukan Realita dan AI, Lea Simanjuntak Hadirkan Visual Magis dalam Video Klip Ruang Dihatimu

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 21:08 WIB

KPK Sita Dokumen Layanan Pertanahan Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN

KPK Sita Dokumen Layanan Pertanahan Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Gaya Bicara Diduga Kajari Bandung 'Ngajak Ribut' Bikin Wartawan Naik Pitam

Viral Gaya Bicara Diduga Kajari Bandung 'Ngajak Ribut' Bikin Wartawan Naik Pitam

Video | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:41 WIB

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia TC di China, Garuda Muda Siapkan Ujian Jelang Piala Asia U-20 2027

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:39 WIB

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Eks Liverpool Sarankan Nama Ini untuk Jadi Pelatih Anyar Kevin Diks Dkk

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:32 WIB

×