- Iran meluncurkan serangan rudal ke selatan Israel, meliputi Dimona dan Arad, melukai total lebih dari 100 warga sipil.
- Serangan balasan Iran ini terjadi setelah fasilitas nuklir Natanz diserang oleh serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya.
- Pascaperistiwa, Israel menghentikan sekolah tatap muka dan Hezbollah juga menyerang utara, eskalasi konflik meluas di kawasan.
“Saya berbicara dengan Wali Kota Arad dan menyampaikan doa seluruh rakyat Israel bagi para korban. Kami bertekad terus menyerang musuh kami di semua front,” ujarnya.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang meninjau lokasi kerusakan, menegaskan perang melawan Iran harus diteruskan.
“Ini perang yang harus kita menangkan,” katanya kepada media.
Setelah serangan, Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, memutuskan menghentikan seluruh kegiatan sekolah tatap muka.
Keputusan itu diambil karena situasi keamanan kembali memburuk setelah sebelumnya sekolah baru dibuka kembali.
Di hari yang sama, kelompok pro-Iran di Lebanon, Hezbollah, juga meluncurkan serangan ke wilayah utara Israel dan melukai sedikitnya 19 orang, menandai eskalasi konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah.
Kontributor: M.Faqih