- Pemadaman internet di Iran telah berlangsung lebih dari 528 jam, menjadikannya *shutdown* terpanjang dalam sejarah negara tersebut.
- Gangguan konektivitas ini mengisolasi warga Iran dari komunikasi internasional serta berdampak signifikan pada sektor ekonomi digital.
- Penyebab pasti dan durasi pemulihan jaringan internet di Iran hingga kini masih belum ada kejelasan.
Suara.com - Pemadaman internet di Iran telah memasuki hari ke-23 atau lebih dari 528 jam tanpa akses penuh ke jaringan global.
Kelompok pemantau internet NetBlocks menyebut gangguan ini sebagai shutdown terpanjang yang pernah terjadi di negara tersebut.
NetBlocks menyatakan sebagian besar warga Iran kini terisolasi dari komunikasi internasional dan layanan digital.
“Pemadaman ini menjadi gangguan internet terlama dalam sejarah Iran dan berdampak besar pada akses media sosial serta layanan online,” kata NetBlocks dalam laporannya seperti dilansir dari iranintl.
Hingga kini belum ada kejelasan penyebab maupun kapan jaringan akan kembali normal.
![Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah, Ekonomi Terancam Rugi Besar [NetBlocks]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/22/47701-internet-mati-di-iran.jpg)
“Durasi pemulihan penuh belum dapat dipastikan, dan gangguan masih memengaruhi konektivitas nasional,” tulis lembaga pemantau tersebut.
Dampak ekonomi diperkirakan sangat besar, terutama bagi sektor bisnis digital dan perdagangan online.
NetBlocks menggunakan alat pemantau bernama COST untuk menghitung kerugian akibat shutdown internet.
“Gangguan berkepanjangan biasanya berdampak pada produktivitas, layanan publik, dan aktivitas perdagangan digital,” jelas NetBlocks.
Pengalaman dari negara lain menunjukkan kerugian bisa mencapai jutaan dolar per hari saat internet diputus.
Shutdown di beberapa negara saat kerusuhan politik sebelumnya menyebabkan aktivitas e-commerce berhenti dan investasi asing tertunda.
Selain kerugian ekonomi, pemadaman panjang juga memicu kekhawatiran soal stabilitas infrastruktur digital Iran.
“Pemutusan jaringan dalam waktu lama dapat menghambat akses ke pasar global dan melemahkan kepercayaan investor,” kata laporan tersebut.
NetBlocks menilai pemantauan jaringan global kini semakin penting untuk mengukur dampak kebijakan semacam ini.
“Data dari Internet Observatory membantu pembuat kebijakan memahami risiko dan pentingnya konektivitas yang stabil,” tulis mereka.