Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB
Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri
Mojtaba Khamenei (jerusalem post)
baca 10 detik
  • Intelijen AS dan Israel gagal melacak keberadaan Mojtaba Khamenei selama perayaan tahun baru Nowruz.

  • Muncul spekulasi bahwa pemimpin baru Iran mengalami cedera parah dan sedang menjalani pemulihan.

  • CIA dan Mossad mencurigai adanya krisis komando di Teheran pasca gugurnya tokoh-tokoh penting.

Suara.com - Dunia intelijen internasional saat ini tengah menaruh perhatian penuh pada situasi politik di Teheran.

Badan mata-mata Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sedang mengalami kebuntuan dalam melacak posisi Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Ketidakhadiran sosok utama Iran ini menjadi sorotan tajam bertepatan dengan momen perayaan tahun baru Nowruz.

Laporan dari Axios menyebutkan bahwa CIA serta Mossad merasa kesulitan karena Mojtaba tidak menampakkan diri.

Padahal secara tradisi pemimpin tertinggi Iran selalu hadir secara fisik di hadapan publik setiap tahun baru.

Namun pada peringatan Jumat (20/3) kemarin sang pemimpin justru sama sekali tidak terlihat oleh khalayak.

Platform media sosial resminya hanya mengunggah pernyataan tertulis yang berisi ajakan untuk menjaga persatuan nasional.

Sejak didapuk menggantikan mendiang ayahnya yang wafat akibat serangan pada akhir Februari lalu ia belum muncul.

Muncul dugaan kuat bahwa Mojtaba mengalami luka serius akibat peristiwa ledakan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

baca juga

Beberapa informasi menyebutkan ia menderita cedera sobek pada wajah serta mengalami patah tulang kaki.

Kabar dari media Kuwait Al Jarida mengklaim bahwa Mojtaba sedang berada di Rusia untuk pemulihan.

Ia disebut diterbangkan ke Moskow menggunakan armada militer atas instruksi langsung dari Presiden Vladimir Putin.

Akan tetapi pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali.

Bantahan diplomatik itu justru membuat status keberadaan sang pemimpin menjadi semakin gelap dan tidak pasti.

Kondisi ini memaksa badan intelijen dunia bekerja ekstra keras untuk mendapatkan koordinat pasti sang pemimpin.

CIA bahkan mulai melakukan verifikasi terhadap foto-foto lama di media sosial untuk mencari petunjuk baru.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang identitasnya dirahasiakan memberikan komentar terkait absennya sang pemimpin dalam tradisi tersebut.

"Kami berharap melihat Mojtaba juga dalam bentuk tertentu. Dia tidak memanfaatkan kesempatan dan tradisi tersebut," kata pejabat AS tersebut.

Lebih lanjut ia memberikan penilaian bahwa situasi ini menunjukkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi stabilitas.

"Ini adalah pertanda buruk," ujarnya lagi dengan nada penuh kekhawatiran.

Pakar keamanan Raz Zimmt menilai bahwa kemungkinan besar Mojtaba sedang mengendalikan urusan dari balik layar.

Faktor keamanan dan kondisi kesehatan yang belum pulih diduga kuat menjadi alasan ia tetap bersembunyi.

"Dalam keadaan luar biasa saat ini, kita tidak bisa mengharapkan dia untuk tampil di depan umum dan mungkin saja cedera yang dialaminya bahkan tidak memungkinkan dia untuk merilis video rekaman agar tidak memperlihatkan kepada publik seberapa parah kondisinya," kata Zimmt.

Di sisi lain pimpinan CIA menyatakan bahwa struktur pemerintahan Iran ternyata tidak langsung runtuh pasca-kematian Khamenei.

Meskipun demikian pihak Barat meyakini sedang terjadi guncangan hebat dalam rantai komando militer mereka.

Hingga saat ini pihak Israel belum bisa memastikan siapa yang memberikan instruksi strategis di Iran.

"Kami tidak memiliki bukti bahwa dialah yang benar-benar memberi perintah," kata seorang pejabat senior Israel.

Meskipun intelijen yakin Mojtaba masih hidup namun akses pertemuan tatap muka selalu ditolak dengan alasan keamanan.

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan kematian Ali Larijani yang tewas dalam serangan di Teheran.

AS dan Israel kini menduga bahwa kekuatan nyata Iran kemungkinan besar dipegang oleh Korps Garda Revolusi.

Seorang pejabat Amerika Serikat bahkan merasa aneh dengan skema kepemimpinan yang sedang terjadi di sana.

"Ini sangat aneh. Kami kira Iran tidak akan bersusah payah memilih orang yang sudah meninggal sebagai pemimpin tertinggi, tapi pada saat yang sama, kami juga tidak punya bukti bahwa dia mengambil alih kepemimpinan," kata pejabat AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini

Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 09:30 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam

Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:13 WIB

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 06:30 WIB

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:11 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:06 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB