Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
Perang di Selat Hormuz mengancam pasokan pangan negara Teluk, memicu lonjakan biaya pengiriman dan harga.
baca 10 detik
  • Konflik Selat Hormuz mengancam pasokan pangan penting bagi negara-negara di Teluk Persia.

  • Kenaikan biaya pengiriman dan asuransi memicu potensi lonjakan harga pangan di kawasan Teluk.

  • Prioritas pengawalan militer pada tanker minyak menyulitkan distribusi kapal kargo pangan yang vital.

Suara.com - Selat Hormuz saat ini bukan sekadar jalur perdagangan minyak mentah global yang vital.

Jalur sempit ini juga menjadi tumpuan hidup lebih dari seratus juta penduduk di sekitar Teluk Persia.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini mulai berdampak serius pada pasokan makanan.

Tensi militer di kawasan ini menghambat distribusi kebutuhan pokok ke negara-negara Teluk.

Geografi negara-negara Teluk Persia memiliki tantangan alami berupa suhu ekstrem di musim panas.

Kondisi tersebut, ditambah keterbatasan lahan subur, membuat kawasan ini sangat bergantung pada impor makanan.

Fasilitas desalinasi juga vital untuk mengubah air laut menjadi air minum bagi warga.

Tingkat ketergantungan impor pangan sangat tinggi, seperti Qatar yang mencapai 98 persen.

Uni Emirat Arab mengimpor 90 persen pangan, sedangkan Arab Saudi melampaui 80 persen.

baca juga

Irak pun harus mengandalkan Selat Hormuz untuk sebagian besar pasokan makanannya dari luar negeri.

Penutupan jalur ini memaksa perusahaan pengiriman mencari rute alternatif yang rumit.

Implikasinya adalah potensi kenaikan harga barang dan berkurangnya keragaman produk bagi konsumen.

Iran sendiri sangat rentan karena menggantungkan perdagangan besarnya pada selat ini.

WFP memperingatkan bahwa rantai pasok global sedang menghadapi guncangan terparah dalam dua tahun terakhir.

Lonjakan biaya pengiriman di kawasan ini pun menjadi perhatian serius WFP.

Retailer pangan mengonfirmasi adanya kekacauan pengiriman melalui jalur laut akibat konflik.

Kibsons International, retailer besar di UEA, kini sibuk mengatur ulang rute distribusinya.

Direktur Pengadaan Kibsons Daniel Cabral dikutip dari CNN pada Senin (23/3) menegaskan situasi ini.

"Saat ini, rantai pasok sangat menantang," kata Daniel Cabral.

UKMTO mencatat hampir dua lusin serangan kapal telah terjadi di kawasan ini sejak konflik pecah.

Kapal kargo di lepas pantai Oman pun tak luput dari serangan-serangan tersebut.

Kondisi ini membuat banyak perusahaan pelayaran enggan menembus Selat Hormuz.

Banyak kapal bermuatan makanan, termasuk pangan segar, kini tertahan di laut.

Biaya asuransi pun melonjak drastis seiring berlakunya klausul risiko perang.

Klausul ini memungkinkan kapal mengubah rute dan pelabuhan tujuan demi keamanan.

Kontainer Kibsons, misalnya, dialihkan ke India atau Sri Lanka, bukan lagi ke Dubai.

Namun, kedatangan barang di darat justru menimbulkan masalah logistik baru bagi perusahaan.

Daniel Cabral menggarisbawahi kebingungan yang dihadapi retailer terkait langkah selanjutnya.

Biaya tambahan logistik dan pengiriman di Timur Tengah juga melonjak hingga ribuan dolar.

Biaya pengiriman dari Eropa ke Arab Saudi, misalnya, meroket hingga lima kali lipat.

Semua kenaikan biaya logistik ini pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen akhir.

Kibsons memprediksi harga susu dan sayuran segar bisa naik hingga 20 persen.

Waktu penyimpanan produk segar di gudang juga menjadi semakin terbatas saat ini.

Alternatif pengiriman udara juga terganggu oleh penutupan Bandara Internasional Dubai akibat konflik.

Meskipun demikian, retailer lain seperti Spinneys optimistis dapat menjaga stok mereka.

Perusahaan ini yakin tidak akan terjadi kelaparan berkat diversifikasi rute.

"Tidak mungkin kami akan kekurangan makanan," kata Kepala Rantai Pasok Spinneys, Louis Botha.

Spinneys menjajaki jalur darat dari Inggris melalui Prancis dan Turki menuju kawasan Teluk.

Rute darat ini ternyata 40 persen lebih murah daripada pengiriman udara.

Konsumen tetap akan merasakan dampak melalui harga yang lebih tinggi dan pilihan produk terbatas.

Pemerintah negara-negara Teluk berupaya membuka koridor perdagangan baru untuk mengatasi kendala ini.

Koridor baru di Oman dan UEA diharapkan bisa mempercepat arus barang antar pelabuhan.

Masalah asuransi sebenarnya bukan kendala utama jika perusahaan bersedia membayar lebih.

Richard Meade dari Lloyd's List Intelligence menegaskan bahwa isu keamanan adalah prioritas yang belum teratasi.

Ia meragukan keefektifan pengawalan militer karena memerlukan banyak sumber daya.

Richard Meade memprediksi hanya 5-10 tanker minyak yang bisa dikawal setiap harinya.

Padahal sebelumnya, 60 tanker minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Ini menandakan bahwa meskipun ada operasi militer, distribusi barang penting seperti makanan masih menghadapi tantangan besar.

Pemerintah dan pelaku industri di Teluk Persia harus bekerja keras untuk mengamankan rantai pasok pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:44 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×