Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
Pulau Kharg
baca 10 detik
  • Amerika Serikat merencanakan serangan darat ke Pulau Kharg Iran untuk mengamankan Selat Hormuz.

  • Jepang berkomitmen membantu pengamanan jalur energi melalui pengerahan angkatan laut dan teknologi penyapu ranjau.

  • Eskalasi konflik melibatkan serangan balasan rudal antara Iran melawan kekuatan Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah fasilitas penting di Teheran dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal serta serangan udara tersebut.

Insiden berdarah itu juga dikonfirmasi telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil di lokasi kejadian.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan langsung memberikan respons militer yang setimpal terhadap serangan mendadak tersebut.

Teheran membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah kedaulatan Israel serta pangkalan-pangkalan militer milik Amerika Serikat.

Fasilitas militer AS yang tersebar di daratan Timur Tengah menjadi sasaran utama dari serangan balasan pihak Iran.

Utusan Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, mengungkapkan adanya dukungan baru dari sekutu mereka di wilayah Asia.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dikabarkan telah memberikan komitmen untuk membantu operasi pengamanan di Selat Hormuz.

Langkah Jepang ini dianggap sangat krusial karena negara tersebut sangat bergantung pada distribusi energi dari kawasan Teluk.

Waltz memberikan penjelasan mendalam mengenai betapa pentingnya peran sekutu dalam menjaga stabilitas jalur distribusi minyak dunia.

baca juga

"Karena begitu banyak energi yang dikirim ke Eropa melalui selat tersebut, Perdana Menteri Jepang baru saja berkomitmen untuk mengerahkan sebagian angkatan lautnya, dan 80 persen dari energi yang keluar dari Teluk dikirim ke Asia," kata Waltz.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump bersikap sangat keras terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Iran.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan ruang toleransi bagi tindakan yang dianggap bisa mengganggu ekonomi global.

Waltz menambahkan bahwa tindakan Iran selama puluhan tahun terakhir telah dianggap sebagai ancaman nyata bagi dunia internasional.

"Jadi, kami melihat sekutu kita berbalik arah sebagaimana mestinya, tetapi pada saat yang sama, presiden (Donald Trump) tidak akan mentolerir rezim ini, karena telah mengancam dan mencoba selama lima dekade untuk menyandera pasokan energi dunia," tambahnya.

Di sisi lain, Tokyo mulai menyusun skenario pengerahan Pasukan Bela Diri atau yang dikenal dengan sebutan SDF.

Jepang berencana mengirimkan unit penyapu ranjau jika kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai berhasil dicapai.

Kehadiran ranjau laut di Selat Hormuz dianggap sebagai penghalang utama bagi kapal-kapal tanker yang membawa minyak mentah.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, memberikan penjelasan teknis mengenai kemampuan unit militer yang dimiliki oleh negaranya.

"Teknologi penyapu ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia. Katakanlah (jika terjadi) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," kata Motegi.

Pernyataan ini muncul setelah Motegi menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat Amerika Serikat di kota Washington.

Meskipun rencana tersebut sudah mulai dibahas, Motegi menegaskan bahwa belum ada kesepakatan tertulis yang bersifat mengikat saat ini.

Pemerintah Tokyo masih memerlukan pertimbangan mendalam sebelum benar-benar menerjunkan personel SDF ke medan konflik yang sangat panas.

Motegi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada janji khusus yang dibuat oleh pihak Jepang kepada pihak Washington.

Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan publik.

Iran secara konsisten menggunakan drone dan rudal untuk menyerang aset-aset militer milik Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Langkah proaktif Jepang dalam konflik ini didasari oleh kepentingan domestik yang sangat mendesak terkait kebutuhan bahan bakar.

Sekitar 90 persen dari total kebutuhan minyak mentah yang dikonsumsi oleh Jepang berasal dari negara-negara Timur Tengah.

Hampir seluruh pasokan energi tersebut harus melewati jalur sempit di Selat Hormuz sebelum sampai ke pelabuhan Jepang.

Oleh karena itu, keamanan jalur navigasi di perairan tersebut menjadi prioritas utama bagi keberlangsungan industri di Tokyo.

Amerika Serikat dan sekutunya kini terus memperketat pengawasan di wilayah perairan tersebut untuk mencegah gangguan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Terkini

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

×