Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:25 WIB
Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka
Rudal kiamat Iran (Yourmediaagency)
  • Rudal Iran menghantam sebuah gedung di Yerusalem dan melukai satu orang warga sipil.

  • Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk memulai dialog perdamaian antara pihak yang berkonflik.

  • Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika-Israel dan tuntutan penghentian program nuklir Iran.

Suara.com - Suasana pagi di wilayah Yerusalem berubah mencekam setelah suara dentuman dahsyat terdengar di seluruh penjuru kota.

Pihak otoritas setempat mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut bersumber dari proyektil rudal kiamat yang diluncurkan oleh militer Iran.

Akibat dari serangan udara ini sebuah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan material yang cukup signifikan di lokasi kejadian.

Laporan medis terkini menyebutkan bahwa terdapat satu orang warga yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Militer Israel segera bergerak cepat dengan mengerahkan unit pencarian dan penyelamatan ke titik jatuhnya material ledakan.

Petugas penyelamat difokuskan untuk menyisir area gedung yang terhantam serangan rudal Iran sebanyak dua kali tersebut.

Berdasarkan laporan AFP pada Selasa (24/3/2026) tim evakuasi masih terus memastikan tidak ada warga yang terjebak.

Peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah adanya klaim komunikasi diplomatik dari pihak Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan telah menjalin pembicaraan rahasia dengan pejabat tinggi dari pihak Iran.

Namun pernyataan sepihak dari Washington tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari jajaran Pemerintah Teheran di Iran.

Peringatan serangan udara sempat berbunyi dua kali sebelum akhirnya dentuman keras memecah kesunyian di wilayah udara Yerusalem.

Seorang jurnalis internasional yang berada di lokasi melaporkan getaran hebat terasa saat proyektil tersebut mencapai sasaran.

Meski situasi sempat sangat tegang militer kini sudah mengizinkan warga untuk keluar dari bunker perlindungan mereka.

Tim medis memastikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal dunia akibat ledakan.

Kondisi keamanan di perbatasan dan pusat kota tetap diperketat guna mengantisipasi adanya serangan susulan dari pihak lawan.

Di tengah memanasnya hujan rudal Pemerintah Turki mulai mengajukan proposal gencatan senjata dalam durasi singkat.

Langkah ini diambil Ankara agar proses negosiasi perdamaian bisa segera dimulai tanpa ada pertumpahan darah.

Sumber diplomatik menyebut Turki terus berkomunikasi aktif dengan pihak Amerika Serikat maupun Iran secara intensif.

Kementerian Luar Negeri Turki kini sedang berupaya membentuk koalisi perundingan bersama negara-negara di wilayah Eropa.

Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk menekan pengaruh Israel dan mencari solusi konkret guna mengakhiri peperangan.

Pihak Ankara secara terbuka meragukan komitmen jangka panjang Israel untuk benar-benar menghentikan agresi militer mereka.

Hal ini menjadi dasar kekhawatiran apakah kesepakatan damai nantinya bisa berjalan efektif atau hanya sementara.

Hambatan besar lainnya muncul dari tuntutan Donald Trump yang mewajibkan Iran menghentikan total program pengayaan uranium.

Syarat berat tersebut dianggap menjadi batu sandungan yang membuat meja perundingan sering kali menemui jalan buntu.

Konflik terbuka ini sebenarnya sudah mencapai titik didih sejak akhir bulan Februari tahun 2026 yang lalu.

Tepat pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer udara secara masif ke wilayah Iran.

Serangan tersebut menyasar infrastruktur vital di Teheran dan menyebabkan kerugian besar serta jatuhnya korban nyawa manusia.

Iran kemudian memberikan respon dengan melakukan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.

Aksi saling balas ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan terjadinya perang skala besar yang tidak terkendali.

Pihak Amerika dan Israel berdalih serangan mereka dilakukan demi menjaga keamanan dunia dari ancaman nuklir Iran.

Namun banyak analis menilai bahwa agenda sebenarnya adalah upaya paksa untuk melakukan pergantian kekuasaan di Iran.

Hingga saat ini kondisi di Timur Tengah masih sangat dinamis dengan pergerakan militer yang sulit diprediksi.

Warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak akibat ketidakpastian politik dan keamanan di wilayah konflik tersebut.

Dunia kini menanti apakah proposal damai dari Turki akan diterima oleh pihak-pihak yang sedang berseteru saat ini.

Keamanan global sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi yang sedang diupayakan oleh berbagai mediator internasional di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:31 WIB

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Terkini

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:51 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:31 WIB

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB