Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:26 WIB
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
Benjamin Netanyahu (IG)
  • PM Netanyahu kecewa berat karena janji Mossad untuk menggulingkan rezim Iran tidak terbukti.

  • Prediksi Mossad mengenai pemberontakan rakyat Iran ternyata meleset jauh dari realitas lapangan.

  • CIA menilai pembunuhan pemimpin Iran justru bisa memicu munculnya pemimpin yang lebih radikal.

Suara.com - Laporan terbaru dari media ternama mengungkap kemarahan besar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap performa badan intelijen mereka, Mossad.

Benjamin Netanyahu dikabarkan merasa sangat kecewa dengan hasil kerja Mossad yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Kekecewaan ini bermula dari klaim badan mata-mata tersebut yang menjamin keruntuhan pemerintahan Teheran dalam waktu singkat.

Mossad sebelumnya memprediksi bahwa serangan militer akan memicu gelombang protes besar dari masyarakat sipil di Iran.

Asumsi tersebut menjadi dasar bagi Israel dan Amerika Serikat untuk melancarkan agensi perang dengan ekspektasi kemenangan instan.

David Barnea selaku pemimpin tertinggi Mossad dilaporkan telah menemui Netanyahu sesaat sebelum konflik senjata dimulai.

Dalam dialog tersebut Barnea memberikan keyakinan penuh bahwa mereka sanggup menggerakkan kelompok oposisi untuk melakukan kudeta.

Rencana besar ini bahkan dipaparkan secara detail kepada sejumlah pejabat tinggi di Washington pada pertengahan Januari lalu.

Laporan menyebutkan bahwa strategi tersebut akhirnya mendapatkan lampu hijau dari pihak Netanyahu maupun Presiden Donald Trump.

Meskipun pada saat itu beberapa analis militer dari pihak Amerika Serikat sudah mulai meragukan keakuratan data tersebut.

Netanyahu menggunakan narasi perubahan rezim ini sebagai alat utama untuk menarik dukungan penuh dari pemerintahan Trump.

Konsep operasi ini dirancang dengan memulai pembunuhan terhadap jajaran pemimpin tertinggi di wilayah Republik Islam tersebut.

Setelah serangan udara dilakukan Mossad percaya akan muncul pemberontakan rakyat yang masif untuk mengambil alih kekuasaan.

Keyakinan ini bahkan sempat mewarnai narasi publik yang disampaikan oleh Trump melalui sebuah pernyataan resmi melalui video.

"Akhirnya, kepada rakyat Iran yang hebat dan bangga, saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat."

Namun harapan untuk melihat jatuhnya pemerintahan Iran menguap begitu saja hanya dalam hitungan minggu setelah perang berjalan.

Sejumlah senator di Amerika Serikat mulai menyuarakan kegelisahan karena tujuan penggulingan rezim tersebut tidak terlihat hasilnya.

Bahkan muncul pernyataan mengejutkan bahwa sebenarnya tidak ada rencana cadangan yang matang untuk operasi militer jangka panjang.

CIA secara independen memberikan penilaian yang sangat bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan oleh pihak Mossad.

Intelijen Amerika menilai bahwa kematian pemimpin Iran justru berpotensi memunculkan kelompok pemimpin yang jauh lebih radikal.

Pihak intelijen militer Israel sendiri melihat bahwa posisi pemerintahan Iran saat ini masih cukup solid meskipun ada tekanan.

Kegagalan dalam memicu aksi massa ini dianggap sebagai salah satu blunder terbesar dalam sejarah persiapan perang di Timur Tengah.

Netanyahu kini berada dalam posisi sulit karena janji manis dari badan intelijennya belum memberikan hasil yang nyata.

Dalam sebuah rapat tertutup ia bahkan menyebut bahwa Trump bisa saja menghentikan bantuan jika operasi ini terus buntu.

Banyak analis di internal intelijen militer Israel sebenarnya sudah memberikan peringatan keras mengenai risiko kegagalan rencana Mossad ini.

Para pemimpin militer di Amerika Serikat juga sudah memperingatkan bahwa warga sipil tidak akan berontak di bawah hujan bom.

Faktanya kemungkinan terjadinya aksi massa untuk menggulingkan pemerintah dinilai sangat rendah oleh para pakar lapangan.

Kini Netanyahu harus menghadapi kenyataan pahit bahwa strategi intelijen yang ia banggakan justru menjadi beban dalam peperangan.

Ketegangan antara kantor Perdana Menteri dan markas Mossad diprediksi akan terus meningkat seiring tidak jelasnya hasil di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:17 WIB

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:31 WIB

Terkini

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB