Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
Ilustrasi Panel Surya
baca 10 detik
  • Konflik Iran memacu negara dunia mempercepat transisi energi fosil ke sumber terbarukan yang mandiri.

  • Gangguan di Selat Hormuz mengancam pasokan minyak global sehingga memicu kenaikan investasi energi hijau.

  • Energi bersih kini menjadi aset strategis geopolitik untuk memperkuat keamanan energi domestik banyak negara.

Suara.com - Konflik bersenjata perang Iran yang melibatkan Iran memberikan dampak signifikan terhadap peta jalan energi penduduk bumi saat ini.

Para analis memprediksi ketegangan ini akan memicu percepatan perpindahan penggunaan bahan bakar fosil menuju energi hijau.

Negara-negara di dunia kini mulai mengevaluasi ulang strategi pertahanan energi mereka melalui pemanfaatan sumber daya terbarukan.

Sektor ekspor minyak melalui Selat Hormuz mengalami gangguan hebat yang mengancam stabilitas ekonomi banyak negara pembeli.

Padahal jalur perairan tersebut merupakan rute krusial bagi seperlima distribusi minyak serta gas alam cair dunia.

Gejolak di titik hambatan perdagangan ini juga berdampak buruk pada distribusi pupuk global yang melewati wilayah tersebut.

Fenomena ini membuktikan betapa rentannya tatanan dunia yang masih sangat bergantung pada jalur distribusi bahan bakar fosil.

Lonjakan harga komoditas migas di pasar internasional telah memicu kecemasan mendalam terhadap ancaman inflasi yang tidak terkendali.

Kawasan Asia kini berada di posisi yang paling sulit mengingat ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap impor energi.

baca juga

Meskipun begitu, dampak negatif dari ketidakpastian pasokan ini juga telah merembet hingga ke daratan Eropa serta Afrika.

Fatih Birol selaku Kepala Badan Energi Internasional mengamati bahwa tren peralihan energi sebenarnya sudah menguat sebelum konflik pecah.

Guncangan pasokan yang terjadi saat ini diperkirakan akan membuat arus modal mengalir lebih deras ke sektor energi bersih.

“Saya memperkirakan salah satu respons terhadap krisis ini adalah percepatan energi terbarukan. Bukan hanya karena energi terbarukan membantu mengurangi emisi, tetapi juga karena merupakan sumber energi domestik yang dihasilkan di dalam negeri,” kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol di National Press Club di ibu kota Australia pada hari Senin, dikutip dari CNBC Internasional.

Data menunjukkan bahwa dominasi sumber energi bersih dalam pembangunan pembangkit listrik baru mencapai angka 85 persen secara global.

Tenaga surya tercatat menjadi motor penggerak utama dalam pergeseran masif kapasitas pembangkit listrik di seluruh dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

×