Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
Selat Hormuz (ist)
baca 10 detik
  • Iran mempertahankan kontrol penuh Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan damai yang bersifat mengikat.

  • Kapal niaga wajib berkoordinasi dengan otoritas Iran dan menjauhi tindakan agresi untuk melintas.

  • Rute pelayaran bergeser ke utara Pulau Larak untuk memastikan keamanan armada internasional.

Suara.com - Ketegangan di jalur perairan paling strategis di dunia Selat Hormuz kembali memuncak seiring pernyataan terbaru dari pemerintah Teheran.

Otoritas Iran secara resmi menyatakan tidak akan melonggarkan pengawasan ketat mereka terhadap Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Keputusan ini akan tetap berlaku secara konsisten sampai sebuah konsensus perdamaian yang komprehensif benar-benar disepakati para pihak.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Iran mulai memberlakukan protokol khusus bagi setiap kapal internasional yang melintas.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran memegang kunci utama atas urat nadi pasokan energi global tersebut.

Berdasarkan laporan BBC News, perwakilan Iran di PBB memberikan penjelasan mendetail mengenai pengecualian bagi sektor perdagangan niaga.

Kapal-kapal komersial yang tidak menunjukkan aktivitas permusuhan tetap diberikan izin untuk mengarungi wilayah perairan yang sangat vital itu.

Namun terdapat sebuah persyaratan mutlak yakni setiap perusahaan pelayaran wajib melakukan koordinasi awal dengan otoritas berwenang di Iran.

Langkah koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap pergerakan kapal terpantau dan sesuai dengan standar keamanan mereka.

baca juga

Melalui saluran komunikasi resmi di platform X, pihak Misi Iran di PBB menguraikan lebih lanjut mengenai parameter aturan tersebut.

Kapal-kapal yang melintas akan mendapatkan kepastian keamanan asalkan mereka mematuhi norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

"Dengan syarat mereka tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan,” tulisnya, dikutip dari BBC News, pada Rabu (25/3/2026).

Pernyataan tegas ini pada dasarnya merupakan bentuk formalitas dari berbagai aktivitas diplomasi jalur belakang yang terjadi belakangan.

Banyak negara besar dan korporasi logistik global yang memilih untuk mengambil langkah praktis dengan bernegosiasi langsung dengan Teheran.

Langkah ini diambil demi menjamin bahwa aset-aset bernilai tinggi milik mereka tidak terjebak dalam pusaran konflik yang merugikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:34 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 15:46 WIB

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:45 WIB

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:37 WIB

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:35 WIB

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:31 WIB

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB

×