Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
Ilustrasi Panel Surya
baca 10 detik
  • Konflik Iran memacu negara dunia mempercepat transisi energi fosil ke sumber terbarukan yang mandiri.

  • Gangguan di Selat Hormuz mengancam pasokan minyak global sehingga memicu kenaikan investasi energi hijau.

  • Energi bersih kini menjadi aset strategis geopolitik untuk memperkuat keamanan energi domestik banyak negara.

Pertumbuhan teknologi surya yang sangat pesat kini telah mengubah paradigma lama mengenai sumber daya ramah lingkungan ini.

“Ini luar biasa. Sepuluh tahun lalu, energi surya adalah kisah romantis — tetapi sekarang energi surya telah menjadi bisnis,” kata Birol.

Para ahli melihat bahwa daya saing harga energi terbarukan kini jauh lebih unggul dibandingkan dengan bahan bakar fosil tradisional.

Meskipun demikian, data IEA tahun 2023 menunjukkan fosil masih menguasai sekitar 80 persen dari total permintaan energi dunia.

Sam Butler-Sloss dari Ember menyatakan bahwa biaya tinggi bahan bakar fosil justru mempercepat proses elektrifikasi di berbagai sektor.

Kenaikan harga tersebut membuat teknologi berbasis listrik yang sudah terjangkau menjadi semakin kompetitif bagi konsumen dan industri.

“Krisis Iran mempercepat peralihan ke energi terbarukan dan elektrifikasi. Harga bahan bakar fosil yang tinggi mendorong peralihan, membuat teknologi elektro yang sudah murah menjadi lebih kompetitif,” kata Sam Butler-Sloss, manajer riset di lembaga pemikir energi global Ember, kepada CNBC melalui email.

Strategi keamanan energi yang dulunya berfokus pada diversifikasi pemasok kini bergeser pada penghapusan ketergantungan impor secara total.

Sektor teknologi elektro yang mencakup panel surya hingga kendaraan listrik kini menjadi mesin pertumbuhan utama di pasar global.

baca juga

Tiongkok bahkan disebut telah memimpin transisi ini dengan memposisikan diri sebagai negara berbasis elektrik pertama di dunia.

Peningkatan penggunaan mobil listrik di wilayah Asia diprediksi dapat menghemat devisa dalam jumlah yang sangat fantastis setiap tahunnya.

“Di dunia bahan bakar fosil lama, keamanan energi berarti diversifikasi pasokan bahan bakar. Dengan teknologi elektro, negara-negara kini memiliki alat untuk semakin menghilangkan impor bahan bakar sama sekali,” kata Butler-Sloss.

Estimasi penghematan dari pengurangan impor minyak tersebut bisa mencapai angka lebih dari 600 miliar dolar AS secara rutin.

Analis menyebut fenomena perubahan perilaku konsumsi energi di Asia ini memiliki kemiripan dengan situasi krisis di Ukraina.

“Ini adalah momen Ukraina bagi Asia. Sama seperti Ukraina memaksa Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada gas, Hormuz akan mendorong Asia untuk mengurangi ketergantungan pada minyak – tetapi dengan teknologi yang bahkan lebih murah,” kata Butler-Sloss.

Uni Eropa juga mendapatkan peringatan keras untuk segera membenahi infrastruktur energi mereka demi menghindari volatilitas harga pasar.

Spanyol menjadi salah satu contoh sukses dalam meminimalisir ketergantungan pada harga bahan bakar fosil yang tidak stabil.

Negara tersebut kini mulai menikmati keuntungan besar dari investasi jangka panjang mereka pada teknologi tenaga angin dan surya.

Padahal sebelumnya pemerintah setempat sempat mendapatkan protes keras akibat insiden pemadaman listrik yang terjadi di tahun lalu.

Bersama Portugal, Spanyol kini berhasil mencatatkan harga gas yang paling kompetitif di tengah memanasnya suhu politik Timur Tengah.

Kebutuhan mendesak saat ini bagi negara-negara Eropa adalah melakukan ekspansi besar-besaran terhadap infrastruktur jaringan listrik mereka.

“Yang kita butuhkan di seluruh Eropa adalah investasi jaringan listrik. Dan yang saya maksud dengan investasi jaringan listrik adalah modernisasi dan perluasan jaringan listrik. Bagi saya, pemenangnya adalah jaringan listrik Eropa,” kata Jaller-Makarewicz.

Meskipun prospek jangka panjang terlihat cerah, ada potensi hambatan kecil dalam proses transisi energi di jangka pendek.

Tekanan politik mungkin akan memaksa beberapa pemerintah untuk memberikan subsidi sementara pada bahan bakar minyak di stasiun pengisian.

Bahkan ada kemungkinan beberapa negara akan kembali melirik batu bara jika konflik bersenjata ini tidak kunjung mereda.

Namun secara fundamental, cara pandang pemimpin dunia terhadap energi bersih telah mengalami perubahan yang bersifat sangat permanen.

Pemanfaatan energi terbarukan kini bukan lagi sekadar isu lingkungan hidup, melainkan instrumen vital dalam menjaga kedaulatan sebuah bangsa.

“Energi terbarukan dan teknologi terkaitnya kini secara umum dipandang sebagai alat keamanan energi, bukan lagi hanya cara untuk memerangi polusi dan perubahan iklim, tetapi aset geopolitik yang didukung oleh pragmatisme daripada idealisme,” kata Escribano.

Paradigma baru ini bahkan mulai dianut oleh jajaran pemerintahan yang sebelumnya tidak terlalu peduli pada isu-isu perubahan iklim.

“Bahkan di kalangan pemerintah dan warga negara yang kurang peduli terhadap isu lingkungan,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

Urutan Eksfoliasi Wajah untuk Pemula, Ketahui agar Tidak Iritasi

Urutan Eksfoliasi Wajah untuk Pemula, Ketahui agar Tidak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 09:35 WIB

vivo X500 Series Tak Sendirian, Ada Buds Clip dan Watch 6 yang Makin Lengkapkan Ekosistem

vivo X500 Series Tak Sendirian, Ada Buds Clip dan Watch 6 yang Makin Lengkapkan Ekosistem

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 09:25 WIB

Heboh Kabar Cerai, Mengukur Kecocokan Weton Sara Wijayanto dan Demian Aditya Menurut Primbon Jawa

Heboh Kabar Cerai, Mengukur Kecocokan Weton Sara Wijayanto dan Demian Aditya Menurut Primbon Jawa

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:23 WIB

Kisah Solihin Lolos dari Maut: Lari Saat Hawa Panas Mulai Membakar Lapak di Kebayoran Lama

Kisah Solihin Lolos dari Maut: Lari Saat Hawa Panas Mulai Membakar Lapak di Kebayoran Lama

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:20 WIB

Menteri Mukhtarudin: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global

Menteri Mukhtarudin: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Bangkit Pada Awal Perdagangan Tapi Masih di Level 6.200, Pantau AMMN

IHSG Bangkit Pada Awal Perdagangan Tapi Masih di Level 6.200, Pantau AMMN

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:19 WIB

5 Cara Memilih Shade Bedak Two Way Cake yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang

5 Cara Memilih Shade Bedak Two Way Cake yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 09:15 WIB

×