Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini
Mendagri Muhammad Tito Karnavian. (Dok: Kemendagri)
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian menyatakan antrean BBM di Kalbar dipicu surat edaran pembatasan yang menimbulkan kepanikan pembelian oleh masyarakat.
  • Tito Karnavian segera meminta kepala daerah terkait mencabut edaran pembatasan dan memberikan penjelasan bahwa stok BBM aman.
  • BPH Migas dan Pertamina memastikan pasokan BBM Kalimantan Barat aman dan antrean mulai membaik per 22 Maret 2026.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan penyebab terjadinya antrean panjang kendaraan di SPBU di Kalimantan Barat, mulai dari Bengkayangbhingga Singkawang.

Tito mengatakan ia dan Sekjen Kemendagri sudah menanyakan langsung kepada kepala daerah terkait mengenai kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Bermula dari dua kepala daerah di Bengkayang dan Singkawang yang mengeluarkan surat edaran untuk membatasi pembelian BBM.

Edaran tersebut dikeluarkan dengan tujuan mencegah antrean panjang saat mengisi BBM, namun dalam penerapannya keberadaan surat edaran diterjemahkan berbeda.

"Yang terjadi, diterjemahkan, oh, berarti ini BBM akan kurang, gitu sehingga akhirnya malah makin panjang, gitu. Nah, dengan dasar itu, terjadi panic buying malah," kata Tito.

Tito menjelaskan keberadaan surat edaran yang seharusnya dapat mencegah antrean panjang, tetapi menjadi sebaliknya karena diterjemahkam berbeda.

"Padahal niatnya tadinya ngurangi antrian, gitu loh, biar antriannya pendek, gitu kan Supaya orang cepat dapet berapa, 30 liter kalo ga salah. Nah, kemudian, Karena adanya panic buying itu," kata Tito.

Kekinian untuk menghindari terjadinya antrean kendaraan karena panic buying, Tito sudah meminta kepala daerah terkait untuk mencabut surat edaran sebelumnya, dilengkapi dengan penjelasan.

"Saya segera menghubungi mereka untuk mencabut, mencabut suara edaran dan berikan penjelasan ke publik. Bahwa stok BBM, gas, semua aman, cukup. Nggak perlu khawatir," kata Tito.

baca juga

"Itu yang disampaikan ke publik. Nah, setelah disampaikan ke publik, dicabut bahwa aman. Stok cukup kembali normal lagi," lanjutnya.

Terpisah melalui keterangan resmi,, BPH Migas memastikan ketahanan pasokan BBM di Pulau Kalimantan dalam kondisi aman.

Khusus di Kalimantan Barat, sejak malam takbiran 20 Maret 2026, suplai BBM ke SPBU terus ditingkatkan sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan & Idulfitri (RAFI) 2026.

Sejumlah SPBU di Kota Pontianak juga dioperasikan selama 24 jam untuk mengurangi antrean.

Berdasarkan pemantauan per 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan mulai berangsur membaik.

“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik,” jelas Fathul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WFH 1 Hari Sepekan Usai Lebaran, Benarkah Hanya untuk ASN? Simak 5 Faktanya

WFH 1 Hari Sepekan Usai Lebaran, Benarkah Hanya untuk ASN? Simak 5 Faktanya

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:54 WIB

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM

5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:40 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:25 WIB

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:08 WIB

Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK

Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan

Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:59 WIB

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:58 WIB

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:55 WIB

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:34 WIB

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:32 WIB

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:30 WIB