- Koalisi Masyarakat Sipil mengkritik penanganan kasus pidana umum prajurit TNI melalui peradilan militer dianggap bentuk pemeliharaan impunitas.
- Koalisi mendesak kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS diproses tuntas melalui peradilan umum demi kesetaraan hukum.
- Pencopotan Kepala BAIS pasca-kasus Andrie Yunus dinilai belum cukup tanpa proses hukum terbuka dan reformasi intelijen mendesak.
Peristiwa penyiraman terhadap Andrie Yunus ini terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jakarta Pusat, usai korban pulang dari kegiatan podcast bertajuk "Remiliterisasi dan Judicial Review di Indonesia" di kantor YLBHI.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar hingga 24 persen, terutama pada bagian wajah dan mata kanan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat serta menyasar pembela hak asasi manusia. Publik kini mendesak agar pengusutan dilakukan secara transparan hingga ke tingkat komando tertinggi.