Profesor di Stanford Doerr School of Sustainability, Noah Diffenbaugh, menambahkan bahwa dampak pemanasan global terhadap pertumbuhan ekonomi bersifat kumulatif. Artinya, semakin lama emisi bertahan di atmosfer, semakin besar pula kerugian yang ditimbulkan.
Meski demikian, para peneliti menilai angka-angka yang dihasilkan masih bersifat konservatif. Perhitungan ini belum mencakup dampak lain seperti hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan situs budaya, hingga risiko kenaikan permukaan laut dan peristiwa cuaca ekstrem.
Dengan kata lain, biaya nyata dari krisis iklim kemungkinan jauh lebih besar dari yang saat ini terukur.
Penulis: Vicka Rumanti