Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:55 WIB
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
Ilustrasi mikroplastik yang ditemukan di lingkungan. (Unsplash/FlyD)
baca 10 detik
  • Peneliti University of Michigan menemukan metode deteksi mikroplastik standar berpotensi menghasilkan data berlebih karena kontaminasi tak terduga.
  • Sumber kontaminasi utama berasal dari garam stearat pada sarung tangan laboratorium yang salah diidentifikasi sebagai mikroplastik.
  • Studi Maret 2026 ini mendesak perbaikan metode deteksi dan rekomendasi menghindari penggunaan sarung tangan tanpa stearat dalam penelitian.

Suara.com - Temuan tentang mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, terus bermunculan, mulai dari dalam tubuh manusia hingga makanan, air, dan udara.

Namun, di balik meningkatnya kekhawatiran tersebut, para peneliti kini mulai menyoroti tantangan mendasar, seberapa akurat sebenarnya metode yang digunakan untuk mendeteksi mikroplastik?

Ukuran mikroplastik yang sangat kecil, mulai dari sebesar kepik hingga seperdelapan sel darah merah, membuat proses identifikasi menjadi kompleks.

Di sisi lain, keberadaannya yang hampir di mana-mana juga meningkatkan risiko kontaminasi dalam proses penelitian. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa sebagian temuan selama ini justru melebihkan jumlah mikroplastik di lingkungan.

Temuan Baru: Sumber Kontaminasi Tak Terduga

Ilustrasi mikroplastik. (Dok. Pexels)
Ilustrasi mikroplastik. (Dok. Pexels)

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan pada Maret 2026, tim peneliti dari University of Michigan menemukan bahwa metode standar yang selama ini digunakan berpotensi menghasilkan data yang bias.

Penelitian ini awalnya bertujuan mengukur seberapa banyak mikroplastik yang terhirup masyarakat di luar ruangan. Para peneliti telah mengikuti protokol ketat, seperti menghindari penggunaan plastik di laboratorium, mengenakan pakaian non-plastik, hingga menggunakan ruang khusus untuk meminimalkan kontaminasi udara.

Namun, hasil yang muncul justru tidak wajar. Jumlah partikel plastik di udara tercatat lebih dari 1.000 kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya.

Sarung Tangan Jadi Sumber Masalah

baca juga

Setelah ditelusuri, sumber kontaminasi ternyata berasal dari sarung tangan laboratorium, alat yang justru direkomendasikan sebagai standar keselamatan.

Peneliti menemukan bahwa sarung tangan dapat meninggalkan partikel pada permukaan sampel. Partikel ini berupa garam stearat, zat yang digunakan dalam proses produksi sarung tangan agar mudah dilepas dari cetakan.

Meski bukan mikroplastik, garam stearat memiliki struktur kimia yang mirip dengan polietilena, jenis plastik yang paling umum ditemukan di lingkungan. Kemiripan ini membuat keduanya sulit dibedakan menggunakan metode umum seperti spektroskopi getaran, yang mengidentifikasi partikel berdasarkan “sidik jari” kimia.

Akibatnya, partikel dari sarung tangan kerap salah teridentifikasi sebagai mikroplastik, sehingga meningkatkan angka temuan secara tidak akurat.

Potensi Bias dalam Skala Besar

Untuk menguji sejauh mana masalah ini terjadi, peneliti membandingkan tujuh jenis sarung tangan berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan sarung tangan dapat menghasilkan lebih dari 7.000 partikel per milimeter persegi yang berpotensi salah diidentifikasi sebagai mikroplastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:30 WIB

Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan

Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:20 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:32 WIB

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:25 WIB

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:23 WIB

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:20 WIB

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:57 WIB

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

×