Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

Muhammad Yasir

Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:58 WIB
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran
Stasiun Jember, Jawa Timur. [Foto: Istimewa]
  • Pemudik seperti Resky (30) dan Dewi (35) merasa perjalanan mudik Lebaran berjalan lancar meskipun mobilitas tinggi.
  • Para pemudik mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam memastikan sarana transportasi umum berjalan nyaman dan tepat waktu.
  • Tantangan utama pemudik adalah mahalnya biaya perjalanan dan sulitnya memperoleh tiket transportasi publik saat Lebaran.

Suara.com - Tradisi mudik Lebaran menjadi momen penuh makna bagi para perantau yang rindu berkumpul dengan keluarga. Meski dihadapkan pada lonjakan penumpang dan padatnya arus perjalanan, para pemudik mengaku tetap merasa nyaman karena tidak menemui kendala berarti.

Mereka juga mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi umum dengan baik.

Salah satunya diungkapkan Resky Andi (30). Setiap kali pulang ke kampung halaman, ia melalui perjalanan mudik yang sangat panjang. Pekerja swasta yang merantau di Jakarta sejak 2023 itu harus menempuh perjalanan dengan tiga moda transportasi sekaligus demi bisa sampai ke rumah orang tuanya di Bondowoso, Jawa Timur.

Resky memulai perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan pesawat, dilanjutkan kereta api ke Jember, lalu bus menuju Bondowoso. Total biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, ia setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp1,65 juta untuk sekali perjalanan.

Meski demikian, Resky menilai layanan transportasi umum tetap berjalan lancar dan memuaskan, sehingga tidak menemui kendala berarti selama perjalanan.

“Dari sisi pelayanan oke. Jadwal keberangkatan on time, fasilitas juga nyaman, termasuk toilet yang bersih. Baik pesawat maupun kereta kemarin penuh pemudik, tapi tidak ada penurunan pelayanan,” ujar Resky saat ditemui di Stasiun Jember, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026).

Menurut Resky, mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi kewajiban sebagai anak.

Sebagai anak kedua sekaligus anak terakhir, ia merasa memiliki tanggung jawab emosional untuk pulang, terlebih orang tuanya kini semakin menua dan sang ayah akan segera memasuki masa pensiun tahun depan.

Meski hanya memiliki waktu singkat, yakni dari H-3 hingga H+3 Lebaran, ia tetap memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga.

“Yah, kalau Lebaran memang mahal. Tapi demi bertemu orang tua di kampung, saya ikhlas. Toh saya hanya bisa pulang sekali setahun karena kerjaan banyak banget di Jakarta,” ujarnya.

Pemudik di Satasiun Jember, Jawa Timur. [Foto; Istimewa]
Pemudik di Satasiun Jember, Jawa Timur. [Foto; Istimewa]

Cerita serupa datang dari Dewi (35), pekerja swasta di Jakarta Pusat yang telah merantau sejak 2012. Ia mengatakan perjalanan mudik kali ini terasa lancar meski mobilitas masyarakat terpantau tinggi.

Pada mudik kali ini, Dewi memilih pulang ke Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan kereta api Singosari kelas ekonomi sekitar lima hari sebelum Lebaran, dengan harga tiket sekitar Rp500 ribu. Perjalanan selama kurang lebih 12 jam itu ia jalani dengan cukup nyaman karena pihak operator, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), menurutnya, tetap memberikan pelayanan prima.

“Kereta ekonomi sekarang tempat duduknya sudah 2-2, jadi lumayan nyaman lah walaupun perjalanan jauh,” ungkap Dewi.

Meski rutin pulang kampung dua kali dalam setahun, Dewi mengakui bahwa mendapatkan tiket mudik Lebaran tetap menjadi tantangan setiap tahun. Ia berharap pemerintah dapat menambah jumlah armada transportasi umum untuk mengakomodasi tingginya permintaan.

“Saya berharap armada kendaraan umum tiap Lebaran ditambah jumlahnya. Karena pemudik ini kan banyak. Supaya lebih mudah dapat tiket pulang,” harapnya.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, pemerintah hingga kekinian terus berupaya memastikan ketersediaan serta kualitas layanan transportasi umum bagi para pemudik.

Upaya ini diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari

Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:38 WIB

Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret

Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:26 WIB

Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya

Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB