Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB
Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik
Pemerintah Korea Selatan mengalokasikan anggaran tambahan Rp290 triliun untuk bantuan tunai dan subsidi energi. (ILUSTRASI)
baca 10 detik
  • Korea Selatan siapkan Rp290 triliun untuk bantuan tunai dan subsidi energi masyarakat.

  • Dana diambil dari keuntungan pajak sektor semikonduktor tanpa menerbitkan utang baru.

  • Sebanyak 35,8 juta warga akan menerima bantuan tunai untuk hadapi inflasi.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan baru saja merumuskan langkah besar dengan mengajukan dana tambahan sebesar 26,2 triliun won.

Nilai fantastis yang setara dengan Rp290 triliun ini disiapkan untuk meredam guncangan ekonomi akibat konflik global.

Fokus utama dari kebijakan ini adalah melindungi daya beli masyarakat dari lonjakan harga bahan bakar minyak yang tidak terkendali.

Ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama munculnya kebijakan darurat finansial ini.

Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga di tengah ketidakpastian situasi internasional.

"Gelombang besar krisis dengan cepat mendekati perekonomian kami, didorong oleh peningkatan tajam tentang ketidakpastian di dalam dan luar negeri akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah," kata Menteri Perencanaan dan Anggaran Korsel Park Hong-keun pada Selasa.

Kabinet telah memberikan lampu hijau terhadap usulan yang menitikberatkan pada tiga sektor krusial bagi ketahanan nasional.

Prioritas pertama adalah merespons harga minyak yang melambung tinggi demi menjaga kelangsungan hidup warga sipil.

Selain itu, pemerintah berkomitmen meminimalkan potensi kerugian industri sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.

baca juga

Penyebab utama gejolak ini adalah penutupan akses di Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi dunia.

Gangguan pasokan ini bermula sejak aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Kondisi tersebut sangat memukul Korea Selatan yang selama ini sangat bergantung pada sumber energi impor.

Menteri Hong-keun menambahkan bahwa harga minyak tinggi dan inflasi memberikan beban lebih berat kepada kelompok rentan, termasuk pemilik usaha kecil dan generasi muda di Korea Selatan.

Untuk mengatasi beban tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan tunai langsung dengan total nilai Rp53,1 triliun.

Dana ini ditujukan bagi 70 persen penduduk yang masuk dalam kategori kelompok berpenghasilan paling rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:53 WIB

Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026

Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 19:14 WIB

Konser di Jakarta Makin Dekat, MONSTA X Sapa Hangat Fans dengan Bahasa Indonesia

Konser di Jakarta Makin Dekat, MONSTA X Sapa Hangat Fans dengan Bahasa Indonesia

Entertainment | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

Sengketa Lahan 2,4 Hektare Memanas di Jakarta, Massa Desak Dugaan Mafia Tanah Diusut

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:22 WIB

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:17 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

×