Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
Ilustrasi stadion - daftar negara yang masuk 16 besar piala dunia 2022 (Pixabay)

Suara.com - Sepak bola menjadi salah satu olahraga favorit dan terkenal di dunia. Total penggemar cabang olahraga ini ada sebanyak 3,5 hingga 5 miliar orang. Sebuah survei dari country cassette (2025), menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga negara dengan penggemar sepak bola terbanyak dengan total 165,48 juta orang. 

Namun, dibalik sisi gemerlap dari permainan sepak bola, terdapat fakta kelam bahwa olahraga ini dapat menimbulkan jejak karbon yang cukup besar. 

Alasan Mengapa Sepak Bola Bisa Menyebabkan Emisi Karbon 

Dilansir dari Earth.org (31/3/2026), sepak bola diperkirakan menghasilkan lebih dari 30 juta ton setiap tahunnya. Jumlah ini setara dengan emisi karbon yang dihasilkan oleh satu negara Denmark. Besarnya emisi ini tidak terlepas dari berbagai aktivitas yang mendukung berlangsungnya pertandingan sepak bola.

Salah satu penyumbang utama adalah pembangunan stadion menggunakan bahan konstruksi, seperti baja dan beton yang dikenal sebagai penyumbang emisi karbon di sektor konstruksi. 

Ilustrasi Stadion Sepakbola - Pengusaha Indonesia Pemilik Klub Bola Luar Negeri (Pexels)
Ilustrasi Stadion Sepakbola - Pengusaha Indonesia Pemilik Klub Bola Luar Negeri (Pexels)

Tidak hanya itu, transportasi yang digunakan para penonton dan pemain sepak bola juga menyumbang energi yang cukup besar. Journal of Cleaner Production melakukan penelitian terhadap pertandingan sepak bola di Austria.

Dimana sebanyak 42,4 persen penggemar datang dengan menggunakan mobil dan menyumbang sekitar 71,6 persen emisi gas rumah kaca. Jika dikaitkan dengan kondisi di Indonesia, di mana masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi, tentunya potensi emisi karbon yang dihasilkan menjadi lebih besar. Para pemain sepak bola yang menggunakan pesawat sebagai transportasi untuk bertanding di negara lain juga ikut menambah emisi karbon. 

Selain itu, industri pendukung, seperti penjualan produk merchandaise juga ikut menyumbang emisi karbon melalui proses pembuatan dan distribusinya. Tak hanya itu, sampah plastik yang dihasilkan dari makanan dan minuman selama pertandingan juga memperburuk jejak karbon yang dihasilkan.

Penyelenggaraan event besar, seperti Piala Dunia, semakin memperparah dampak tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga mobilitas antar negara dapat menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. 

Sebagai contoh, Piala dunia Qatar 2022 yang menghasilkan jumlah karbon sebanyak 3,36 juta ton selama penyelenggaraannya. Emisi tersebut terdiri dari 1,89 juta tCO2e dari transportasi, 728.404 tCO2e dari akomodasi, 162.556 tCO2e dari  konstruksi sementara, dan 654.658 tCO2e dari konstruksi permanen.

Solusi yang Sudah Dilakukan

Untuk mengatasi permasalahan ini, terdapat beberapa upaya yang telah dilakukan. Pada tahun 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meluncurkan program Sports for Climate Action Framework yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan mencapai nol emisi di tahun 2040.

Selanjutnya, pada tanggal 6 Maret 2024, Union of European Football Associations (UEFA), memperkenalkan  alat bernama Kalkulator Jejak Karbon untuk mengelola emisi karbon yang dihasilkan setiap klub sepak bola. 

Di Indonesia sendiri, beberapa langkah juga mulai dilakukan, seperti penerapan konsep green stadium yang dapat menekan emisi karbon hingga 38 persen. 

Sebagai penutup, penggemar, klub sepak bola, dan pemerintah perlu berperan aktif dalam praktik yang lebih berkelanjutan. Hal ini penting dilakukan untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban

Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:55 WIB

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:30 WIB

Kalah dari Bulgaria, Indonesia Runner-up FIFA Series 2026

Kalah dari Bulgaria, Indonesia Runner-up FIFA Series 2026

Foto | Selasa, 31 Maret 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:28 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB