Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki

Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 13:41 WIB
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki. [Dok. Haberler]
  • Agresi militer ke Iran yang memicu blokade Selat Hormuz menjadi bumerang bagi Israel karena memicu percepatan proyek jalur perdagangan alternatif.
  • Turki, melalui Proyek Jalur Pembangunan, kini menjadi pesaing serius proyek IMEC yang diandalkan Israel, mengancam peran ekonomi dan potensi pendapatan Tel Aviv.
  • Perubahan politik di Suriah semakin memperkuat posisi tawar Turki, membuat Israel khawatir akan terisolasi dan kehilangan status sebagai gerbang perdagangan ke Eropa.

Suara.com - Agresi militer ke Iran yang memicu blokade Selat Hormuz kini menjadi bumerang bagi Israel, setelah Turki bergerak cepat memanfaatkan krisis tersebut.

Manuver strategis Turki yang didukung perubahan politik di Suriah kini membuat Israel ketar-ketir kehilangan peran ekonomi vitalnya dan terancam kerugian miliaran dolar.

Persaingan dua proyek raksasa, yakni koridor IMEC yang dipimpin Israel dan Jalur Pembangunan yang digagas Turki, kini telah melampaui strategi militer dan berubah menjadi pertarungan ekonomi geopolitik.

Media Israel, Maariv, melaporkan adanya kekhawatiran di internal pemerintahan Tel Aviv bahwa langkah diplomatik dan ekonomi Ankara akan membuat mereka "terpinggirkan".

Pensiunan Letnan Kolonel Amit Yagur, mantan pejabat tinggi militer Israel, menuding Turki dan Suriah sedang menjalankan strategi bersama untuk mencegah Israel menjadi gerbang utama menuju Eropa.

Perang di Iran dan ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz telah mengubah diskusi teoretis tentang jalur perdagangan alternatif menjadi sebuah kebutuhan mendesak.

Selama ini, proyek IMEC (India-Middle East-Europe Economic Corridor) menjadi andalan Israel.

Diumumkan pada KTT G20 September 2023, proyek yang didukung AS, India, dan Arab Saudi ini bertujuan mengangkut barang dari India melalui UEA, Arab Saudi, dan Yordania menuju Pelabuhan Haifa Israel, lalu ke Eropa.

Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menyebutnya sebagai "salah satu rute perdagangan terbesar dalam sejarah".

Namun, Turki kini datang dengan proyek tandingan yang tak kalah ambisius, yaitu Proyek Jalur Pembangunan.

Dipimpin langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdoan, proyek ini bertujuan menghubungkan Pelabuhan Al-Faw di Irak selatan ke Eropa melalui Turki.

Kesepakatan telah dicapai antara Turki, Irak, Qatar, dan UEA untuk koridor sepanjang 1.200 kilometer ini, dengan rencana investasi sekitar 20 miliar dolar AS.

Momentum Turki semakin menguat setelah perubahan politik di Suriah pada Desember 2024 membuka kembali jalur transportasi darat antara Turki dan negara-negara Teluk.

Rencana Turki membangun rute perdagangan baru ke Teluk melalui Suriah dan Yordania telah mengubah keseimbangan ekonomi di kawasan tersebut.

Pemerintah Suriah bahkan menyatakan siap menjadi pusat logistik alternatif jika krisis di Selat Hormuz atau Laut Merah terus berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:39 WIB

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB