Di Hadapan Sekber dan Perwakilan Pemda, Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Anak-Anak Istimewa

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Kamis, 02 April 2026 | 18:00 WIB
Di Hadapan Sekber dan Perwakilan Pemda, Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Anak-Anak Istimewa
Pertemuan Sekretaris Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemda Bogor di Selalu Ada Kafe Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (2/4/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan afirmatif dengan pendekatan istimewa, khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera atau kelompok dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).

“Sekolah Rakyat ini adalah untuk anak-anak dari keluarga yang ‘istimewa’," ujarnya dalam pertemuan Sekretaris Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemda Bogor di Selalu Ada Kafe Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (2/4/2026).

Lantaran itu, lanjut Gus Ipul, penanganan dan kebijakannya juga harus istimewa.

"Gurunya harus istimewa dari sisi kapasitas, kemampuan, dan pemenuhan hak-haknya. Semuanya harus istimewa,” katanya.

Menurut Gus Ipul, dari sisi fasilitas, Sekolah Rakyat juga dilengkapi sarana pembelajaran modern. Setiap siswa mendapatkan laptop, seragam, serta perlengkapan sekolah lengkap. Proses belajar juga didukung learning management system dan papan tulis digital, sementara guru difasilitasi perangkat teknologi untuk menunjang pengajaran.

“Setiap siswa dapat laptop, seragam lengkap dan peralatan sekolah lengkap. Proses belajarnya sudah LMS (serta) papan tulisnya sudah digital. Ini adalah sekolah istimewa. Untuk anak-anak istimewa dengan afirmasi istimewa,” jelas Gus Ipul.

Gedung sekolah pun dirancang dengan standar khusus. Pemerintah meminta daerah menyediakan lahan terbaik yang memenuhi syarat teknis Kementerian PU, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan lingkungan belajar yang layak bagi siswa.

Gus Ipul menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga intervensi menyeluruh terhadap keluarga siswa. Orang tua didorong untuk diberdayakan, mendapatkan bantuan sosial, hingga perbaikan rumah agar lebih layak huni.

“Karena ini sekolah istimewa. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Rumahnya dibantu supaya lebih layak huni dan diberi bansos lengkap. Nanti (orang tuanya) didorong menjadi anggota Koprasi Desa Merah Putih dan diintervensi dengan program strategis Presiden Prabowo. Nanti anak-anaknya lulus, orang tuanya juga naik kelas. Itulah istimewanya gagasan Presiden,” katanya.

baca juga

Menurut Gus Ipul, mayoritas siswa Sekolah Rakyat menunjukkan minat melanjutkan pendidikan. Dari sekitar 6.000 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas, sebanyak 74 persen ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara sisanya memilih menjadi tenaga kerja terampil.

Pemerintah memastikan seluruh lulusan akan didampingi, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, melalui kerja sama lintas kementerian di bidang pendidikan tinggi dan ketenagakerjaan.

“Intinya lulusan Sekolah Rakyat akan dikawal sampai dia benar-benar bisa menjadi agen perubahan,” kata Gus Ipul.

Dalam proses rekrutmen, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung berbasis DTSEN, dengan verifikasi lapangan oleh pendamping sosial bersama pemerintah daerah.

“Pastikan bahwa rekrutemen ini jauh dari kongkalikong, suap-menyuap dan dari titipan-titipan yang jauh dari tujuan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saya terus terang dititipi (amanah) oleh Presiden. (Sekolah Rakyat) harus dijaga betul,” kata Gus Ipul.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Ketua II Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Juhari, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandi Z. Hassanusi, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Abidin Said serta para perwakilan Pemerintah Kota Bogor. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedas! Gus Ipul Semprot Amien Rais: Saya Selalu Ingat Gus Dur, Dia Gak Bisa Dipercaya!

Pedas! Gus Ipul Semprot Amien Rais: Saya Selalu Ingat Gus Dur, Dia Gak Bisa Dipercaya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:41 WIB

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:35 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan,  Ini Faktanya

Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:09 WIB

Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang

Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB