Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 09:49 WIB
Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah
rudal Iran (Tasnimnews)
  • Rudal Iran menghantam gedung tujuh lantai di Haifa hingga menyebabkan tiga warga hilang.

  • Korban luka termasuk bayi 10 bulan dan lansia 82 tahun akibat ledakan dahsyat.

  • Eskalasi serangan meningkat sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Suara.com - Kota Haifa di Israel mendadak mencekam setelah serangan udara dahsyat terjadi pada hari Minggu kemarin.

Satu unit proyektil mematikan yang diluncurkan dari wilayah Iran berhasil melewati barisan pertahanan udara Israel.

Sistem pertahanan berlapis yang selama ini diandalkan ternyata gagal membendung laju rudal yang menuju pemukiman.

Sebuah bangunan megah berlantai tujuh menjadi sasaran empuk hingga mengalami kerusakan struktural yang sangat parah.

Dampak ledakan tersebut dilaporkan mengakibatkan hilangnya tiga orang warga yang diduga tertimbun material bangunan.

Tim pemadam kebakaran setempat hingga kini masih berjuang keras melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Pihak militer bersama layanan medis darurat mengonfirmasi bahwa hantaman langsung tersebut menghancurkan sebagian besar konstruksi.

Insiden berdarah ini berlangsung sesaat setelah peringatan deteksi serangan udara berbunyi sekitar pukul 15.00 GMT.

Aparat keamanan segera mensterilkan area padat penduduk tersebut guna mempermudah proses evakuasi korban luka.

Kekuatan ledakan yang sangat besar membuat blok-blok beton berserakan hingga menutupi akses jalan utama.

Militer Israel memberikan konfirmasi resmi mengenai asal muasal senjata yang menghantam fasilitas sipil tersebut.

"Gedung itu terkena dampak langsung rudal," kata militer Israel kepada AFP, Senin (6/4/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus membenarkan bahwa serangan presisi itu memang berasal dari wilayah kedaulatan Iran.

Lembaga medis Magen David Adom atau MDA segera mengerahkan armada ambulans menuju titik koordinat ledakan.

Data sementara menunjukkan terdapat empat orang yang memerlukan perawatan medis intensif akibat luka-luka serius.

Fokus utama tim penyelamat saat ini adalah menyisir puing-puing bangunan yang telah runtuh sebagian.

Beberapa petugas terlihat menggunakan alat penerangan darurat untuk mencari tanda-tanda kehidupan di balik beton.

Salah satu korban yang berhasil dievakuasi adalah seorang pria lanjut usia yang berumur 82 tahun.

MDA melaporkan bahwa lansia tersebut sempat berada dalam kondisi yang sangat kritis saat ditemukan.

"Dia terluka akibat benda berat dan ledakan,” kata MDA mengenai kondisi korban yang kini sudah stabil.

Selain warga senior, tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka akibat terkena serpihan tajam dan tekanan udara.

Sangat memprihatinkan karena salah satu korban luka adalah seorang bayi yang masih berusia sepuluh bulan.

Bayi malang tersebut harus mendapatkan perawatan khusus karena mengalami cedera serius pada bagian kepalanya.

Puluhan personel gabungan dari unsur kepolisian dan tim penyelamat kini masih bersiaga di lokasi.

Asap tebal berwarna hitam tampak membubung tinggi dari sisa-sisa bangunan yang kini sudah rata.

Paramedis MDA, Shevach Rothenshtrych, membagikan informasi mengenai situasi dramatis saat proses penyelamatan warga berlangsung.

Ia mengutip pernyataan warga yang mengatakan bahwa ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan di lantai bawah.

Lansia yang terluka parah tersebut baru bisa dikeluarkan setelah petugas memindahkan bongkahan beton yang sangat besar.

Rekan sejawatnya, Tal Shustak, juga menggambarkan betapa kacau dan ngerinya pemandangan di lapangan saat itu.

Shustak menyebutkan bahwa ketika panggilan darurat diterima, “kami dikirim dalam jumlah besar ke lokasi kejadian dan melihat kerusakan yang luas, termasuk pecahan kaca, asap, dan beton yang berserakan di tanah.”

Pada hari yang sama, pihak militer setidaknya mendeteksi ada lima gelombang serangan rudal susulan.

Meskipun sistem pertahanan sempat beroperasi, namun satu rudal terbukti mampu menembus perlindungan dan menciptakan kehancuran.

Eskalasi konflik ini telah meningkat tajam sejak tanggal 28 Februari yang lalu antar kedua negara.

Iran mengklaim tindakan ini merupakan bentuk pembalasan atas operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel.

Serangan balasan tersebut dipicu oleh tewasnya beberapa tokoh penting, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, jet tempur Israel dan sekutunya telah membombardir berbagai fasilitas strategis di dalam wilayah Iran.

Beberapa target yang dihancurkan meliputi pusat produksi rudal jarak jauh dan sejumlah instalasi nuklir.

Kini, warga sipil di kedua belah pihak harus menanggung dampak dari peperangan yang terus memanas.

Kondisi di Haifa saat ini masih dalam pengawasan ketat militer guna mengantisipasi serangan susulan.

Masyarakat diminta untuk tetap berada di dalam perlindungan bawah tanah hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:37 WIB

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

News | Senin, 06 April 2026 | 09:34 WIB

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

News | Senin, 06 April 2026 | 09:03 WIB

Terkini

KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:46 WIB

Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor

Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:46 WIB

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:41 WIB

'Maaf Negara Mengkhianatimu', Pesan Haru Aksi Kamisan untuk Andrie Yunus

'Maaf Negara Mengkhianatimu', Pesan Haru Aksi Kamisan untuk Andrie Yunus

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:39 WIB

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Sopir Taksi Listrik Injak Gas Tapi Transmisi di Posisi Parkir!

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Sopir Taksi Listrik Injak Gas Tapi Transmisi di Posisi Parkir!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?

Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:36 WIB

Malaysia Gugat TikTok Karena Dinilai Gagal Kendalikan Penyebaran Konten Fitnah

Malaysia Gugat TikTok Karena Dinilai Gagal Kendalikan Penyebaran Konten Fitnah

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:34 WIB

Konser di Titik Nol Jogja, Ratusan Anak Muda Serukan Kebebasan Bersuara

Konser di Titik Nol Jogja, Ratusan Anak Muda Serukan Kebebasan Bersuara

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:29 WIB

Ingat Poster Demo Era 98, Haris Rusly Moti Minta Prabowo Lebih Progresif Berantas Korupsi

Ingat Poster Demo Era 98, Haris Rusly Moti Minta Prabowo Lebih Progresif Berantas Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:24 WIB

Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api

Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:23 WIB