KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:46 WIB
KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan temuan dalam investigasi kecelakaan KA Bekasi Timur. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • KNKT menginvestigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 21 Mei 2026.
  • Masinis tidak melakukan pengereman maksimal karena instruksi pusat kendali hanya meminta pengurangan kecepatan dan penggunaan klakson secara bertahap.
  • Padahal, jarak 1,3 kilometer seharusnya cukup untuk menghentikan kereta secara total dengan pengereman maksimal guna menghindari kecelakaan tersebut.

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan temuan krusial dalam investigasi kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Diketahui, masinis KA Argo Bromo sebenarnya sudah mulai melakukan pengereman sejak jarak 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa masinis telah mendapatkan peringatan dari Pusat Pengendali (PK) Timur mengenai adanya gangguan di jalur tersebut.

"Soalnya masinis sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabrakan pak. Dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek,” kata Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Temuan ini memicu pertanyaan dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengenai kemampuan pengereman kereta api.

Menanggapi hal tersebut, Soerjanto menjelaskan bahwa secara teknis, jarak 1,3 kilometer lebih dari cukup untuk menghentikan kereta secara total jika dilakukan pengereman darurat atau maksimal.

"Kalau dia melakukan pengereman secara maksimal, itu kira-kira kurang lebih antara 900-1000 meter,” katanya.

Namun, tabrakan tetap terjadi karena masinis tidak melakukan pengereman maksimal. Hal ini disebabkan oleh instruksi yang diterima dari pusat kendali yang hanya meminta masinis untuk mengurangi kecepatan secara bertahap.

"Tapi karena dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JBL85, kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35 artinya banyak banyak klakson, jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum,” jelasnya.

baca juga

Ia menekankan kembali bahwa tindakan masinis didasari oleh arahan yang ia terima saat itu.

“Karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson,” lanjutnya.

Lasarus kemudian menyoroti adanya selisih jarak sekitar 300 meter yang seharusnya bisa menjadi ruang aman jika pengereman maksimal dilakukan sejak masinis menerima informasi awal.

"Padahal kalau dia ngerem benar 900-1 km sudah bisa berhenti?” tanya Lasarus.

“Iya,” jawab Soerjanto.

“Masih ada space 300 meter,” kata Lasarus lagi.

“Iya,” ujar Soerjanto.

Meski data ini telah terungkap, KNKT menegaskan bahwa proses investigasi masih terus berjalan dan belum mencapai kesimpulan akhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Sopir Taksi Listrik Injak Gas Tapi Transmisi di Posisi Parkir!

Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Sopir Taksi Listrik Injak Gas Tapi Transmisi di Posisi Parkir!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?

Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:36 WIB

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:45 WIB

Terkini

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

×