- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berpengalaman mengatasi dampak kemarau panjang El Nino Godzilla sejak tahun 2015.
- Pemerintah memproyeksikan stok pangan nasional aman untuk sebelas bulan ke depan melalui cadangan beras dan potensi panen.
- Kementerian Pertanian menerapkan program pompanisasi untuk menjaga stabilitas produksi pangan hingga puncak masa panen pada tahun 2025 mendatang.
Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah sudah berpengalaman menghadapi musim kemarau dampak El Nino Godzilla.
Menurut Amran, situasi saat ini masih lebih baik jika dibandingkan tahun 2015.
“Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun) 2015. Kami sudah berpengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun) 2015, 2023, 2024,” kata Amran dalam kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Amran menyatakan dengan prediksi kemarau panjang selama enam bulan, pemerintah memproyeksikan stok pangan dalam negeri aman hingga 11 bulan mendatang.
Perhitungan ketahanan stok pangan ini didasarkan pada gabungan ketersediaan beras nasional saat ini, baik yang ada di gudang Bulog, sektor swasta, maupun potensi panen yang sedang dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” kata Amran.
Menurutnya, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan, jumlah tersebut diprediksi akan bertambah menjadi 5 juta ton.
Selain itu, terdapat stok beras swasta di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) yang saat ini mencapai 12,5 juta ton. Kemudian, ada juga tambahan stok dari hasil panen tanaman yang sudah ada (standing crop) dengan potensi sebesar 11 juta ton.
Melalui berbagai kebijakan seperti program pompanisasi untuk mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca panas mulai April 2024, Amran memperkirakan akan ada tambahan panen hingga 2 juta ton per bulan, sehingga akan ada tambahan stok beras sebesar 12 juta ton.
Dengan demikian, Amran memproyeksikan stok beras sangat aman, bahkan hingga lebih dari 11 bulan atau sampai puncak panen tahun 2025.
“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2025,” ujar Amran.
Bertalian dengan itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyatakan terus memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menghadapi El Nino Godzilla.
Menurut data Bapanas per 2 April 2024, stok CPP beras sebesar 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, dan minyak goreng 121 ribu kiloliter. Lalu, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 17 ton.