Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 April 2026 | 10:59 WIB
Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?
Pesawat Tempur F-15E (Boeing)
baca 10 detik
  • Donald Trump mengakui penghancuran pesawat F-15E milik AS untuk melindungi teknologi rahasia.

  • Operasi penyelamatan besar-besaran berhasil mengevakuasi dua pilot Amerika yang jatuh di Iran.

  • Eskalasi konflik meningkat setelah aksi saling serang antara militer AS, Israel, dan Iran.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat secara sengaja menghancurkan armada udara mereka sendiri yang sudah tidak layak pakai dalam sebuah misi khusus.

Tindakan ekstrem ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur darurat untuk mengevakuasi pilot yang terjebak di wilayah kedaulatan Iran.

Langkah tersebut diambil karena terdapat komponen sangat rahasia pada pesawat yang tidak boleh jatuh ke tangan pihak lawan.

Donald Trump selaku Presiden menegaskan bahwa keamanan perangkat keras militer menjadi prioritas utama dibandingkan membawa pulang bangkai pesawat tersebut.

"Kami meledakkan pesawat-pesawat tua itu. Kami meledakkannya hingga berkeping-keping, karena kami memiliki peralatan di pesawat-pesawat itu yang, jujur saja, ingin kami bawa, tetapi saya rasa tidak ada gunanya menghabiskan empat jam lagi di sana," kata Trump saat konferensi pers dikutip dari Sputnik.

Gedung Putih merasa tidak perlu membuang waktu terlalu lama di area konflik hanya untuk mengangkut sisa-sisa logam yang rusak.

Amerika Serikat lebih memilih untuk memusnahkan seluruh bukti fisik daripada mengambil risiko kebocoran rahasia pertahanan nasional mereka.

Keamanan sistem anti-pesawat dan perangkat lunak di dalam jet tempur tersebut merupakan aset yang sangat dijaga oleh Pentagon.

"Jadi kami tidak menginginkan siapa pun; kami memiliki peralatan terbaik di dunia. Kami tidak ingin siapa pun memeriksa peralatan anti-pesawat dan peralatan kami lainnya," imbuhnya.

baca juga

Keputusan ini menegaskan posisi Amerika yang tetap ingin mendominasi keunggulan teknologi militer di kancah internasional secara absolut.

Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan adanya aktivitas pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh tim penyelamat militer Amerika Serikat.

Operasi SAR ini dipicu oleh jatuhnya sebuah jet tempur pengebom jenis F-15E Strike Eagle di atas langit Iran baru-baru ini.

Jet tempur supersonik tersebut dilaporkan mengalami insiden serius saat sedang menjalankan misi operasional di kawasan Timur Tengah tersebut.

Proses penyelamatan segera dilakukan segera setelah sinyal darurat dari kursi pelontar pilot terdeteksi oleh radar pusat militer.

Kabar mengenai keberhasilan evakuasi pilot menjadi perhatian dunia mengingat tensi politik yang sangat tinggi antara kedua negara tersebut.

Dari dua orang kru pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, satu pilot berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam waktu singkat.

Ketegangan sempat memuncak ketika pencarian terhadap pilot kedua membutuhkan upaya ekstra dari tim gabungan unit khusus Amerika.

Namun kepastian mengenai keselamatan awak pesawat tersebut akhirnya dikonfirmasi secara resmi oleh pihak otoritas tertinggi di Washington DC.

Donald Trump mengumumkan kepada publik bahwa pilot kedua dari jet F-15E yang jatuh di Iran kini telah berada dalam kondisi aman.

Presiden menyatakan bahwa seluruh awak pesawat yang terlibat dalam insiden tersebut telah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan pasca evakuasi.

Keberhasilan misi ini bukan tanpa usaha yang masif karena melibatkan koordinasi lintas unit yang sangat rumit dan berbahaya.

Menurut penjelasan resmi dari sang presiden, terdapat puluhan pesawat tempur dan pendukung lainnya yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

Pengerahan kekuatan udara dalam skala besar ini menunjukkan komitmen tinggi Amerika untuk tidak meninggalkan personel mereka di belakang.

Aksi militer ini juga menjadi unjuk kekuatan bagi Amerika Serikat dalam merespons ancaman terhadap aset udara mereka di luar negeri.

Semua langkah ini dilakukan dengan penuh perhitungan teknis guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dari pihak sekutu.

Situasi keamanan di kawasan tersebut memang sudah memanas sejak akhir Februari menyusul serangkaian aksi militer yang melibatkan beberapa negara.

Amerika Serikat bersama Israel tercatat mulai melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis yang berada di wilayah Iran.

Target dari serangan tersebut mencakup ibu kota Teheran dan beberapa instalasi penting lainnya yang dianggap sebagai ancaman keamanan regional.

Dampak dari operasi udara tersebut tidak hanya merusak infrastruktur militer tetapi juga menyebabkan kerugian nyawa bagi banyak warga sipil.

Serangan ini memicu gelombang protes dan eskalasi balasan yang semakin tidak terkendali di sepanjang perbatasan dan wilayah udara terkait.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan segera melancarkan aksi balasan yang menyasar aset-aset penting milik lawan mereka di lapangan.

Serangan rudal dan pesawat nirawak dilaporkan mengarah langsung ke wilayah yang diduduki Israel sebagai bentuk pembelaan diri nasional.

Selain itu, pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah turut menjadi sasaran utama dalam rangkaian serangan balasan.

Saling balas serangan ini menciptakan situasi perang terbuka yang melibatkan kekuatan global dan regional dalam satu medan pertempuran.

Dunia internasional kini terus memantau perkembangan situasi ini dengan kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas dan merusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:45 WIB

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×