Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil tindakan militer ekstrem di Selat Hormuz sukses membuat harga minyak mentah dunia "kebakaran" pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Foto ist.
baca 10 detik
  • Trump ancam aksi militer ekstrem jika Selat Hormuz tak dibuka per Selasa malam.
  • Minyak WTI melonjak ke USD 113,67 dan Brent ke USD 110,34 akibat tensi geopolitik.
  • Iran tolak gencatan senjata mediasi Pakistan dan tetap tutup jalur vital energi dunia.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu guncangan hebat di pasar energi global. Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil tindakan militer ekstrem di Selat Hormuz sukses membuat harga minyak mentah dunia "kebakaran" pada perdagangan Selasa (7/4/2026).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak tajam USD 1,26 atau 1,1 persen ke level USD 113,67 per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent terkerek ke posisi USD 110,34 per barel, naik 0,5 persen atau 57 sen pada pukul 12.02 GMT.

Kenaikan ini dipicu oleh gertakan keras Trump yang memberikan tenggat waktu (ultimatum) kepada Teheran hingga Selasa pukul 20.00 EDT untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika kesepakatan buntu, Trump menegaskan tak segan mengerahkan kekuatan militer penuh.

Di sisi lain, Iran tampak bergeming. Teheran resmi menolak usulan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan tetap bersikeras pada tuntutan penghentian perang secara permanen. Hingga kini, jalur vital yang melayani seperlima distribusi minyak dunia tersebut masih ditutup rapat sebagai balasan atas serangan AS dan Israel sejak Februari lalu.

Analis Utama KCM Trade, Tim Waterer menyebut pasar kini berada dalam fase waspada tinggi terhadap ultimatum Trump.

"Potensi gencatan senjata bisa jadi penyeimbang harga, namun kekhawatiran pasokan akibat hambatan di Selat Hormuz dan kerusakan fasilitas energi terus menekan pasar ke atas," ujar Waterer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:29 WIB

Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin

Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:16 WIB

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:06 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×