Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 10:45 WIB
Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran
Pemerintah Inggris secara tegas memberikan batasan ketat terhadap operasional militer Amerika Serikat di wilayah kedaulatannya. (Vahid Online)
  • Inggris membatasi penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang fasilitas sipil dan energi di Iran.

  • Ketegangan militer antara Amerika dan Iran menyebabkan jalur distribusi minyak Selat Hormuz berhenti.

  • Kenaikan harga BBM global mulai terasa akibat ancaman serangan terhadap infrastruktur vital energi.

Suara.com - Pemerintah Inggris secara tegas memberikan batasan ketat terhadap operasional militer Amerika Serikat di wilayah kedaulatannya.

Otoritas London memastikan tidak akan memberikan izin penggunaan pangkalan militer untuk menggempur infrastruktur sipil Iran.

Fasilitas publik seperti jembatan penyeberangan dan pembangkit tenaga listrik menjadi objek yang dilarang untuk dijadikan target.

Kebijakan ini diambil guna menghindari dampak kemanusiaan yang lebih luas bagi warga sipil di negara tersebut.

Harian The i Paper melaporkan bahwa izin hanya berlaku jika misi tersebut bersifat pertahanan atau defensif.

Setiap permohonan pendaratan pesawat pengebom Amerika Serikat akan dievaluasi secara mendalam berdasarkan kasus per kasus.

Pangkalan Angkatan Udara Fairford memegang peranan krusial sebagai satu-satunya lokasi pendaratan pesawat pengebom strategis di Eropa.

Lokasi ini memang memiliki sejarah panjang karena pernah digunakan dalam operasi militer di Irak dan Yugoslavia.

Namun kali ini London bertindak lebih hati-hati terhadap rencana serangan yang menyasar fasilitas energi dan logistik.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat memberikan pernyataan keras mengenai potensi kehancuran total di wilayah Iran.

Donald Trump menyatakan akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik serta kilang minyak milik Iran.

Fasilitas penting seperti pengolahan air desalinasi hingga Pulau Kharg juga masuk dalam daftar ancaman militer tersebut.

Langkah ekstrem ini direncanakan jika upaya kesepakatan damai menemui jalan buntu dalam waktu dekat ini.

Akses Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan dunia juga menjadi poin utama dalam perselisihan ini.

Trump menuntut agar jalur pelayaran segera dibuka kembali agar distribusi komoditas energi global bisa berjalan normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:27 WIB

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:29 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB