Hilangnya Hutan Bikin Air Mengalir Lebih Cepat ke Sungai, Apa Dampaknya bagi Kita?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB
Hilangnya Hutan Bikin Air Mengalir Lebih Cepat ke Sungai, Apa Dampaknya bagi Kita?
Ilustrasi sungai di tengah hutan (Freepik/freepik)

Suara.com - Hutan dan air merupakan dua entitas alam yang sangat berkaitan erat. Hubungan antara keberadaan hutan dan kuantitas air di daerah aliran sungai (DAS) ini telah menjadi subjek penelitian selama beberapa dekade melalui metode eksperimen DAS berpasangan.

Dikutip dari laporan Phys.org, data menunjukkan bahwa hilangnya tutupan hutan cenderung meningkatkan volume total air yang mengalir ke sungai. Namun, sebuah studi terbaru dari University of British Columbia mencoba membedah lebih dalam mengenai asal-usul air tambahan tersebut. Dari sini muncul pertanyaan: apakah air tambahan yang terjadi ini berasal dari cadangan air tanah lama atau merupakan air hujan baru yang gagal diserap oleh lahan?

Mengukur Laju Aliran dengan "Young Water Fraction"

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis 657 daerah aliran sungai di berbagai belahan dunia menggunakan alat ukur yang disebut dengan Young Water Fraction. Mereka menemukan bahwa proporsi aliran sungai dari air hujan yang turun dalam kurun waktu singkat, biasanya terjadi dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hilangnya hutan secara signifikan dapat mempercepat pergerakan curah hujan melalui bentang alam. Peneliti memperkirakan bahwa untuk setiap satu persen hutan yang hilang, proporsi young water di aliran sungai meningkat sekitar 0,17 persen. Penelitian ini bukan hanya mengungkapkan tentang berapa banyak pohon yang ditebang, tetapi juga tentang pola spasial yang tertinggal.

Penyebab Kebocoran DAS

Penelitian tersebut mengidentifikasi beberapa faktor teknis yang menyebabkan kebocoran terkait dengan cara manusia memperlakukan lahan. Ketika kanopi hutan ditebang, tetesan air hujan menghantam permukaan tanah secara langsung tanpa ada daun-daun yang menahannya. Kondisi ini diperparah oleh penggunaan alat berat dalam aktivitas penebangan yang menyebabkan struktur tanah menjadi lebih padat, sehingga air akan lebih sulit meresap.

Selain itu, tanpa adanya pepohonan yang melepaskan kembali air ke atmosfer melalui proses transpirasi, tanah akan tetap berada dalam kondisi jenuh. Ketika hujan berikutnya turun, tanah tidak lagi memiliki kapasitas ruang untuk menyimpan air, sehingga air terpaksa mengalir langsung menuju sungai. Dampak dari hilangnya kapasitas retensi ini sangat terasa dan ditemukan paling kuat pada DAS dengan lapisan tanah tipis dan air tanah yang dangkal.

Peran Pola Spasial dan "Efek Tepi"

Salah satu temuan yang paling utama dalam studi ini adalah bahwa konfigurasi spasial atau pola penebangan pohon memiliki dampak hidrologis yang berbeda, meskipun luas area yang ditebang sama. Peneliti menyoroti pentingnya tepi hutan, yaitu zona perbatasan antara area pepohonan dan lahan terbuka.

Data menunjukkan bahwa pengaturan ini memiliki dampak yang sangat kuat, terutama pada DAS yang jarang ditumbuhi hutan dengan tutupan hutan kurang dari 40 persen.

Peningkatan kepadatan tepi hutan justru cenderung menurunkan jumlah young water. Hal ini disebabkan oleh efek tepi, di mana area batas tersebut lebih terpapar sinar matahari dan angin yang memicu proses evapotranspirasi.

Peningkatan penguapan ini membantu mengurangi jumlah air yang menjadi limpasan cepat ke sungai. Sebaliknya, di daerah berhutan lebat, peningkatan kepadatan tepi hutan akan terlalu memecah ruang terbuka yang masih tersisa, sehingga ini justru menghasilkan celah yang lebih kecil dan mengurangi efek tepi hutan.

Rekomendasi Pengelolaan Hutan Berbasis Lanskap

Temuan ini menantang gagasan model pengelolaan hutan biner yang hanya berfokus pada ada atau tidaknya pohon. Bagi industri kehutanan, penelitian ini menyarankan peralihan dari metode penebangan habis yang seragam dan berbentuk teratur karena dapat mengakibatkan kepadatan tepi yang rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Pasang Panel Surya 900 Watt di Rumah Terbaru 2026, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Biaya Pasang Panel Surya 900 Watt di Rumah Terbaru 2026, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 16:04 WIB

Apa Boleh Daerah Aliran Sungai Bersertifikat Hak Milik? Ada Temuan di Jabar

Apa Boleh Daerah Aliran Sungai Bersertifikat Hak Milik? Ada Temuan di Jabar

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 13:58 WIB

Terungkap Penyebab Banjir Ambon karena Sedimentasi di Daerah Aliran Sungai

Terungkap Penyebab Banjir Ambon karena Sedimentasi di Daerah Aliran Sungai

News | Kamis, 14 Juli 2022 | 10:37 WIB

Terkini

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:59 WIB

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:38 WIB

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:36 WIB