- Seorang pengendara motor diduga anggota TNI terlibat adu mulut dengan polisi di Jakarta Timur akibat menerobos lampu merah.
- Insiden tersebut viral di media sosial setelah pengendara menolak teguran petugas terkait pelanggaran lalu lintas yang dilakukannya.
- Polda Metro Jaya menyatakan belum mengetahui identitas pengendara dan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas.
Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan insiden adu mulut antara anggota kepolisian dan seorang pengendara motor yang diduga anggota TNI. Pristiwa ini disebut terjadi di kawasan jalan dari arah Universitas Kristen Indonesia (UKI) menuju Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Berdasarkan keterangan video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, peristiwa bermula saat pengendara motor yang diduga anggota TNI tersebut menerobos lampu merah hingga mengganggu arus lalu lintas dari arah lain.
Petugas kepolisian yang melihat langsung kejadian itu lalu menghentikan pengendara dan memberikan teguran.
Namun, pengendara tersebut disebut tidak menerima teguran, sehingga terjadi adu mulut di lokasi. Insiden itu menjadi perhatian warga dan pengguna jalan lain yang berada di sekitar tempat kejadian.
"Urat malu putus? Sesama aparat cekcok di jalan gegara terobos lampu merah," tulis keterangan dalam video tersebut.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengaku pihaknya belum mengetahui pasti identitas pengendara dalam video tersebut. Sebab walau dari video terlihat pelaku menggunakan kaus loreng, hal itu tak bisa langsung dipastikan kalau pelaku merupakan aparat.
“Kami tidak sempat cari tau itu siapa, dan bisa siapa saja. Imbauan kami kepada masyarakat agar ikuti dan patuhi segala peraturan untuk kelancaran dan keselamatan bersama. UU berlaku untuk siapa saja,” kata Komarudin kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Terlebih Komarudin mengungkap, penolakan terhadap teguran petugas merupakan hal yang kerap terjadi di lapangan. Tak hanya dari aparat berseragam, tetapi juga dari masyarakat.
“Bukan hanya yang berseragam, yang tidak berseragam dan tidak terima di ingatkan juga banyak. Maka imbauan kami kepada masyarakat agar ikuti dan patuhi segala peraturan untuk kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya.