2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 13:58 WIB
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
Donald Trump (x)
baca 10 detik
  • Trump menangguhkan serangan ke Iran demi pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi di Islamabad.

  • Krisis ekonomi dan ancaman pemakzulan menjadi faktor utama Trump menyepakati gencatan senjata sementara.

  • Pasar global merespons positif dengan penurunan harga minyak mentah pasca pengumuman damai tersebut.

Meski gencatan senjata AS-Iran disepakati, kondisi di Lebanon tetap menjadi sorotan karena keterlibatan militer Israel yang masih berlangsung.

Eyre memperingatkan bahwa Israel memiliki catatan panjang dalam ketidakpatuhan terhadap kesepakatan penghentian permusuhan di wilayah konflik.

“Saya pikir Israel melihat tindakan mereka di Lebanon pada dasarnya berbeda dengan apa yang mereka lakukan di Iran,” kata Eyre.

Namun, ia meyakini bahwa tekanan dari Gedung Putih kemungkinan besar akan memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membatasi serangan.

Dari dalam negeri Amerika, suara kritis muncul dari Alexandria Ocasio-Cortez yang tetap menuntut pencopotan jabatan Presiden Donald Trump.

Politisi dari Partai Demokrat ini merasa gencatan senjata sementara tidak menghapus kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh sang presiden.

“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus memanfaatkan ancaman itu,” kata politisi Demokrat itu dalam sebuah unggahan di X.

Ocasio-Cortez mendesak agar kabinet dan kongres segera bertindak sebelum Amerika Serikat terperosok lebih dalam ke dalam jurang kehancuran.

“Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan bangsa kita,” tambah Ocasio-Cortez dengan nada yang sangat tegas.

baca juga

Pengamat politik Trita Parsi dari Quincy Institute menyebutkan bahwa Trump sebenarnya terjepit karena tidak memiliki opsi militer yang menguntungkan.

Eskalasi yang lebih luas hanya akan menghancurkan citra politik Trump dan memicu kemarahan negara-negara sekutu di kawasan Teluk.

Parsi melihat retorika keras Trump hanyalah upaya untuk menutupi fakta bahwa ia terpaksa menerima persyaratan yang diajukan oleh Iran.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, justru membela kebijakan ini sebagai bentuk keberhasilan strategi militer yang dijalankan Trump.

Ia menyatakan bahwa segala target awal yang ditetapkan pemerintah telah berhasil dicapai dalam kurun waktu kurang dari 40 hari.

Leavitt menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz adalah salah satu poin prestasi paling vital dalam operasi militer kali ini.

Berita gencatan senjata ini langsung memberikan angin segar bagi pasar keuangan global yang sebelumnya sempat mengalami guncangan hebat.

Alex Holmes dari Economist Intelligence Unit mencatat adanya penurunan harga minyak, meskipun ia tetap bersikap waspada terhadap stabilitas kedepannya.

Ia mengingatkan bahwa jarak antara ekspektasi Amerika dan keinginan Iran masih sangat lebar sehingga perundingan akan berjalan sangat alot.

“Dan meskipun telah bergerak, jelas harga minyak masih jauh lebih tinggi daripada akhir Februari,” katanya menanggapi fluktuasi harga energi.

Data dari Reuters menunjukkan harga minyak mentah AS mengalami penurunan hingga 16 persen ke angka 94,59 dolar AS per barel.

Sentimen positif ini juga merambat ke pasar Asia di mana indeks saham Nikkei dan Kospi mencatatkan lonjakan persentase yang signifikan.

Langkah diplomasi di Islamabad diharapkan mampu memberikan kepastian jangka panjang bagi para pelaku usaha dan stabilitas keamanan internasional.

Para menteri luar negeri dijadwalkan bertemu untuk membahas detail teknis pembukaan jalur distribusi energi yang sempat terganggu akibat konflik.

Dunia kini menanti apakah gencatan senjata dua minggu ini akan berujung pada perdamaian abadi atau hanya jeda sebelum konflik baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:36 WIB

Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran

Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:28 WIB

Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'

Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:22 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×