- Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengalokasikan anggaran 2025 untuk pengadaan 21.800 unit motor listrik bagi operasional SPPG.
- Pengadaan motor listrik tersebut dibeli seharga 42 juta rupiah per unit, lebih murah dibandingkan harga pasaran sebesar 52 juta.
- Motor listrik akan digunakan untuk menunjang distribusi operasional SPPG di wilayah pelosok atau daerah yang sulit dijangkau kendaraan.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan mengenai pengadaan ribuan motor listrik. Dadan mengatakan pembiayaan pengadaan tersebut bersumber dari anggaran BGN tahun 2025.
Menurut dia, rencananya realisasi pengadaan motor listrik berjumlah 24.400 unit, namun yang terealisasi sebanyak 21.800 unit.
"Ya motor listrik kan sudah ada dalam perencanaan 2025, masuk dalam anggaran 2025. Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," kata Dadan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Mengenai harga satu unit motor, Dadan menjelaskan bahwa pihaknya membeli dengan harga di bawah harga pasaran.
"Harga pasaran 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan.
Sementara itu mengenai peruntukan motor listrik, Dadan menyampaikak motor listrik tersebut ditujukan untuk operasional SPPG.
"Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG terutama untuk di daerah daerah yang sulit," kata Dadan.
Apa Urgensinya?
Dadan turut memberi tanggapan atas kritii publik terhadap pengadaan motor listrik oleh BGN yang dianggap tidak memiliki urgensi.
Menjawab kritii tersebut, Dadan menjelaskan motor listri digunakan sebagai penunjang operasional SPPG.
"Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," kata Dadan.
Dadan menyampaikan pengadaan motor listrik hanya untuk anggaran tahun 2025, sedangkan untuk anggaran 2025, Dadan menjelaskan tidak ada rencana pembelian serupa.
"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," kata Dadan.