- Hizbullah mengancam akan merespons Israel jika gencatan senjata tidak mencakup wilayah Lebanon secara adil dan menyeluruh.
- Perdana Menteri Israel menegaskan operasi militer di Lebanon tetap berlanjut karena kesepakatan Amerika dengan Iran terbatas.
- Presiden Lebanon menyambut baik gencatan senjata tersebut sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah perwakilan Hizbullah melontarkan ancaman keras kepada Israel.
Pihak Hizbullah menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata di Lebanon bisa memicu respons langsung dari Iran.
Anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Ibrahim al-Moussawi, menyatakan bahwa hingga kini belum ada pengumuman resmi dari kelompoknya terkait kesepakatan gencatan senjata.
Namun, al-Moussawi menekankan bahwa perjanjian tersebut seharusnya mencakup Lebanon.
“Jika musuh Israel tidak mematuhi gencatan senjata, maka tidak ada pihak lain yang akan melakukannya. Akan ada respons dari kawasan dan Iran,” tegasnya dalam wawancara dengan media Lebanon seperti dinukil dari Ynet, Rabu (8/4).
Al-Moussawi juga menyoroti peran Iran dalam memastikan Lebanon masuk dalam kesepakatan.
![Ilustrasi mortir Hizbullah [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/10702-ilustrasi-mortir-hizbullah.jpg)
Menurutnya, posisi politik Lebanon tidak boleh lemah dalam menghadapi situasi ini.
“Negosiasi tidak boleh dilakukan dari posisi menyerah, tetapi harus berbasis kekuatan yang muncul secara regional dan lokal,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Aoun berharap kesepakatan tersebut menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan.
“Kami berharap ini menjadi langkah pertama menuju kesepakatan final dan komprehensif atas berbagai konflik di kawasan,” kata Aoun.
Aoun menegaskan komitmen Lebanon untuk memastikan stabilitas regional yang mencakup negaranya secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencakup Lebanon.
Pernyataan ini sekaligus memastikan operasi militer Israel di wilayah tersebut akan tetap berlanjut.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (8/4), kantor PM Netanyahu menyambut keputusan Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan terhadap Iran.