Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 09 April 2026 | 11:08 WIB
Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang. [Ist]
baca 10 detik
  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional melakukan inspeksi mendadak di SPPG Citeureup 2, Cimahi, pada 7 April 2026.
  • SPPG Citeureup 2 beroperasi tanpa pengawas gizi, menyebabkan insiden keamanan pangan bagi 101 siswa penerima manfaat.
  • Dapur tersebut dijatuhi sanksi suspend karena melanggar aturan operasional, standar sarana, serta prosedur higiene dan sanitasi.

Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dikawal oleh Pengawas Gizi. 

Dapur yang tidak punya Pengawas Gizi, Nanik menekankan, harusnya tidak boleh beroperasi.

Namun, Nanik sangat geram ketika mengetahui ada SPPG Kota Cimahi, Cimahi Utara, Citeurup 2, Jawa Barat, ternyata sudah dua minggu terakhir beroperasi tanpa Pengawas Gizi.

“Bagaimana bisa dapur MBG jalan sendiri tanpa Pengawas Gizi,” ujarnya saat menggelar inspeksi mendadak di Kota Cimahi, Selasa, 7 April 2026.

Ilham Ramadhan, Kepala SPPG itu beralasan, Pengawas Gizi sedang cuti melahirkan. Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Koordinator Kecamatan, Koordinator Wilayah, dan Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Bandung namun hanya dicatat saja.

Ilham juga mengaku telah berkoordinasi dengan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN di Jakarta, namun tidak ada pengganti sementara untuk Pengawas Gizi yang cuti melahirkan itu. 

“Ini harus jadi perhatian dan catatan khusus, Pak Dony,” kata Waka BGN kepada Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro. 

Saat tidak dikawal Pengawas Gizi karena sedang cuti melahirkan, dua hari lalu 101 siswa di salah satu sekolah penerima manfaat dari SPPG itu, mengalami gejala insiden keamanan pangan. Atas kejadian itu, sejak kemarin SPPG Citeureup 2 dijatuhi sanksi suspend. 

Tapi ternyata saat disidak BGN, SPPG itu justru sedang bersiap memasak. Sehingga, Brigjen Dony langsung menegur keras Kepala SPPG Citeurup 2 itu. 

baca juga

"Dapur anda ini kemarin sudah kena sanksi suspend gara-gara kasus insiden keamanan pangan, lalu mengapa malam ini anda masih memasak?” ujarnya.

Ilham mengaku melanjutkan kegiatan memasak karena permintaan Mitra. Sebab, Mitra sudah memesan bahan pangan untuk diolah. Seorang perwakilan Mitra pun membenarkannya. 

Dony lalu menegaskan, dapur SPPG yang terkena suspend tapi tetap beroperasi adalah pelanggaran berat. 

“Kalau terjadi insiden keamanan pangan lagi, dapur ini akan kami suspend secara permanen,” ujar Dony. 

Nanik pun kian meradang ketika masuk ke dapur. Sebab, sarana dan prasarana dapur itu tidak memadai. Dapur itu adalah bekas rumah yang dialih fungsikan menjadi SPPG, dengan luas yang hanya sekitar 150 meter persegi. Padahal, menurut juknis 2026, dapur MBG harus seluas 400 meter persegi dan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana.  

Dalam juknis 2026 juga dijelaskan bahwa masuknya bahan pangan, masuknya ompreng kotor, dan keluarnya ompreng MBG yang akan didistribusikan ke sekolah penerima manfaat harus melewati tiga pintu berbeda. Sementara, di dapur itu, semuanya keluar masuk lewat satu pintu. Bahkan di samping pintu itu adalah tempat mencuci ompreng kotor. 

“Gimana nggak terjadi kontaminasi silang kalau pintu masuknya jadi satu seperti ini,” kata Ketua Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG beranggota 17 Kementerian dan Lembaga itu. 

Wajah Nanik semakin masygul ketika mengetahui bahwa Instalasi Pengelolaaan Air Limbah (IPAL) sedang dibuat di dekat tempat pencucian ompreng untuk menggantikan IPAL sebelumnya yang tidak sesuai juknis. Anehnya, dapur itu mengaku telah memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dari Dinas Kesehatan Cimahi.

Temuan lain dalam sidak itu semakin menjelaskan bahwa dapur MBG itu memang sangat tidak layak. Karena tidak ada garasi, mobil distribusi MBG diparkir di tepi jalan. Ruang loker hanya ada satu, sangat sempit, serta bercampur antara relawan pria dan wanita. Ruang loker itu bahkan juga dipakai untuk gudang air mineral. 

Tempat cuci sayur dan bahan pangan hewani tidak terpisah dan bahkan mereka mencuci di bak mirip kolam ikan. Sedangkan gudang peralatan menjadi satu dengan gudang kimia. Sementara chiller yang dipakai merupakan chiller bekas. 

Dapur Citeurup 2 itu juga tidak menyediakan ruangan tempat istirahat untuk Kepala SPPG, Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan. Padahal ruangan itu dimaksudkan agar pengelola SPPG itu dapat beristirahat sejenak saat mengawasi proses memasak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemasok Motor Operasional MBG BGN

Profil PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemasok Motor Operasional MBG BGN

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 10:53 WIB

5 Fakta Motor Listrik Emmo, Viral karena Jadi Kendaraan MBG BGN

5 Fakta Motor Listrik Emmo, Viral karena Jadi Kendaraan MBG BGN

Otomotif | Kamis, 09 April 2026 | 09:35 WIB

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB

Terkini

Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar

Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan

Penyerapan Gabah Bulog Jateng Tembus 108,43 Persen dari Target Tahunan

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi

Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam

Siswa Sekolah Rakyat di Pati Dikeroyok 14 Teman hingga Gigi Copot, Korban Ngaku Diminta Bungkam

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:15 WIB

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:05 WIB

×