Siapa Mohammed Wishah? Wartawan Dirudal Israel saat Liputan di Gaza

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2026 | 13:10 WIB
Siapa Mohammed Wishah? Wartawan Dirudal Israel saat Liputan di Gaza
Mohammed Wishah (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah tewas akibat serangan drone Israel di jalan pesisir Gaza.

  • Sebanyak 262 jurnalis tewas sejak perang Gaza dimulai sebagai bentuk penargetan sistematis media.

  • Militer Israel dinilai melanggar gencatan senjata dengan terus melakukan serangan udara mematikan.

Suara.com - Awan duka kembali menyelimuti dunia pers internasional setelah kabar duka datang dari wilayah Palestina.

Seorang koresponden dari Al Jazeera Mubasher bernama Mohammed Wishah dilaporkan telah kehilangan nyawanya.

Insiden mematikan ini terjadi pada hari Rabu saat sebuah drone milik militer Israel melancarkan serangan.

Serangan udara tersebut menghantam kendaraan yang sedang ditumpangi oleh Wishah di kawasan al-Rashid.

Jalur ini merupakan jalan pesisir utama yang membentang di sisi barat Kota Gaza yang sangat sibuk.

Saksi mata menyebutkan bahwa hantaman rudal tersebut seketika membuat mobil yang ditumpangi korban hangus terbakar.

Kobaran api besar langsung melalap seluruh badan kendaraan segera setelah ledakan keras terdengar oleh warga.

Kejadian ini menambah daftar panjang aksi penyerangan terhadap pekerja media sejak perang dimulai.

Israel dinilai terus melakukan pengejaran terhadap jurnalis di wilayah kantong tersebut sejak Oktober 2023.

baca juga

Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis untuk membatasi pelaporan dari lapangan langsung.

Jaringan Media Al Jazeera segera mengeluarkan pernyataan keras terkait hilangnya salah satu jurnalis terbaik mereka.

Dalam rilis resminya, pihak manajemen memberikan kecaman yang sangat tajam atas tindakan militer tersebut.

“Sangat mengutuk kejahatan keji yang menargetkan dan membunuh koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah,” tegas Al Jazeera.

Bagi mereka, tindakan tersebut melangkahi batasan hukum internasional yang seharusnya melindungi para jurnalis lapangan.

“Hal ini merupakan pelanggaran baru dan nyata terhadap semua hukum dan norma internasional, serta mencerminkan kebijakan sistematis yang terus berlanjut dalam menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” lanjut pernyataan itu.

Pihak Al Jazeera meyakini bahwa insiden ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan atau kesalahan sasaran semata.

Wishah yang sudah berdedikasi sejak tahun 2018 dianggap sengaja dijadikan sasaran untuk menebar ketakutan.

“Saat Al Jazeera berduka atas korespondennya Mohammed Wishah, yang bergabung dengan Jaringan pada tahun 2018, ia menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak melainkan kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang dimaksudkan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka melaksanakan tugas profesional mereka,” sebut Al Jazeera Media Network.

Melalui pesan tersebut, Al Jazeera menegaskan komitmen mereka untuk tetap menyuarakan fakta meski di bawah tekanan.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana perlindungan terhadap pers seolah-olah diabaikan dalam konflik bersenjata ini.

Ibrahim al-Khalili yang melaporkan langsung dari Kota Gaza memberikan gambaran mengenai situasi di lokasi kejadian.

Ia menekankan bahwa lokasi pembunuhan Wishah adalah rute transportasi utama yang seharusnya aman untuk dilalui warga.

Kondisi ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa keadaan keamanan di Gaza sedang berada di titik nadir.

“Situasinya menjadi jauh lebih mengerikan mengingat pelanggaran ‘gencatan senjata’ militer Israel yang terus berlanjut,” ungkap Ibrahim dalam laporannya.

Pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi meskipun kesepakatan damai sementara telah diupayakan oleh pihak internasional.

Ibrahim mencatat bahwa meskipun sudah ada upaya damai, kekerasan fisik terhadap warga sipil tetap saja marak.

Padahal, kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat tersebut diharapkan mampu meredam ketegangan di wilayah tersebut.

“Sudah hampir enam bulan sejak ‘gencatan senjata’ yang ditengahi AS mulai berlaku, dan pelanggaran Israel terus berlanjut – menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida sejak hari pertama,” jelas Ibrahim.

Statistik menunjukkan angka kematian jurnalis yang sangat fantastis selama periode konflik yang berkepanjangan ini.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat setidaknya ada 262 jurnalis yang gugur akibat serangan militer Israel.

Pemerintah setempat di Gaza melihat pola ini sebagai taktik penghapusan jejak sejarah dan fakta lapangan.

Mereka menuduh Israel melakukan pembunuhan berencana terhadap siapa pun yang memegang kamera dan pena.

Kantor media tersebut menegaskan bahwa kematian Wishah adalah bukti nyata dari kebijakan pembunuhan berantai tersebut.

Institusi pers internasional pun kini didorong untuk tidak hanya diam melihat rekan sejawat mereka berguguran.

Dibutuhkan langkah konkret untuk menyeret para pelaku ke meja hijau pengadilan kriminal internasional segera.

Dukungan dari Federasi Jurnalis Internasional dan Persatuan Jurnalis Arab sangat diharapkan untuk memperkuat posisi jurnalis.

Seruan ini bertujuan agar komunitas global memberikan tekanan efektif kepada pihak yang melakukan agresi militer.

Mereka mendesak dunia untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza.”

Selain itu, organisasi kemanusiaan diminta untuk segera bertindak demi menghentikan tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Tanpa adanya perlindungan nyata, kebebasan pers di wilayah konflik tersebut dipastikan akan mati sepenuhnya.

Sejak pecahnya perang pada akhir 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai angka yang mengerikan.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 72.000 jiwa telah melayang akibat operasi militer yang tidak kunjung berhenti.

Selain itu, terdapat lebih dari 171.000 orang lainnya yang menderita luka-luka serius akibat ledakan bom.

Meskipun gencatan senjata sempat disepakati, kenyataan di lapangan menunjukkan data yang sangat kontradiktif dan berdarah.

Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi jatuhnya korban baru dalam jumlah besar sejak perjanjian tersebut ditandatangani.

Hingga saat ini, setidaknya 733 warga Palestina dilaporkan tewas setelah masa gencatan senjata seharusnya berlaku.

Ribuan orang lainnya juga terus berdatangan ke rumah sakit dengan luka-luka yang mengancam nyawa mereka.

Kematian Mohammed Wishah menjadi simbol bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman bagi pembawa berita.

Perjuangan Wishah dalam mendokumentasikan fakta kini menjadi warisan bagi rekan-rekannya yang masih bertahan di lapangan.

Kehilangan ini menjadi pengingat pahit bahwa harga sebuah kebenaran di zona perang seringkali dibayar dengan nyawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:10 WIB

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:25 WIB

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:42 WIB

Terkini

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Lampung | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:06 WIB

5 Cara Mengatur Rumah Menurut Feng Shui agar Tenang dan Mendatangkan Rezeki

5 Cara Mengatur Rumah Menurut Feng Shui agar Tenang dan Mendatangkan Rezeki

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:04 WIB

×