Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 11:25 WIB
Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata
Rudal Iran (Tanimnews)
  • Iran mengancam hukum Israel karena melanggar poin gencatan senjata dengan menyerang wilayah Lebanon.

  • Presiden Pezeshkian sebut penghentian serangan di Lebanon adalah syarat utama perjanjian damai Teheran-AS.

  • Serangan Israel menewaskan 254 orang meski kesepakatan gencatan senjata baru saja diumumkan resmi.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Teheran melontarkan ancaman keras terhadap militer Israel.

Pemerintah Iran secara terbuka bersumpah akan menjatuhkan hukuman bagi Israel atas aksi pemboman di Lebanon.

Langkah ini diambil di tengah berlangsungnya proses gencatan senjata antara pihak Teheran dengan Amerika Serikat.

Pihak Iran meyakini bahwa kesepakatan damai dengan Washington juga mencakup perlindungan bagi kedaulatan wilayah Lebanon.

Informasi mengenai cakupan wilayah dalam perjanjian ini juga telah dikonfirmasi oleh Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Seorang petinggi di pemerintahan Iran menyatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka tidak akan tinggal diam.

Pejabat tersebut menegaskan negaranya akan menghukum Israel sebagai respons atas kejahatan yang dilakukannya di Lebanon serta pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata.

Pernyataan ini muncul menyusul eskalasi militer yang terus dilakukan oleh Tel Aviv di wilayah Lebanon baru-baru ini.

Iran menilai tindakan Israel tersebut telah mencederai butir-butir perdamaian yang sedang dibangun bersama pihak Gedung Putih.

Menurut Teheran, tindakan keras adalah satu-satunya cara untuk menghentikan langkah agresif militer dari pihak Israel.

Masih menurut narasumber yang sama, gencatan senjata ini seharusnya menciptakan ketenangan di seluruh area regional.

"Gencatan senjata mencakup seluruh kawasan, dan Israel dikenal sering melanggar janji serta hanya bisa ditahan dengan kekuatan senjata," ujar pejabat tersebut.

Pernyataan ini menggarisbawahi rasa skeptis Teheran terhadap kepatuhan Israel dalam setiap perjanjian diplomatik internasional.

Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian juga memberikan tanggapan resmi mengenai situasi panas yang sedang terjadi.

Pezeshkian menyebutkan bahwa penghentian agresi terhadap Lebanon merupakan syarat mutlak dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:32 WIB

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:21 WIB

Terkini

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:22 WIB

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:19 WIB