Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB
Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?
Potret warga mendorong kendaraannya yang mogok saat melintasi banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengelolaan banjir di sejumlah kota besar di Indonesia dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis dan manajerial, tetapi juga dipengaruhi oleh proses politik di tingkat daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang diselenggarakan oleh World Resources Institute (WRI) bertajuk “Mengelola Risiko Banjir: Politik Kebijakan, Tata Ruang, dan Adaptasi di Kota-kota Pesisir di Indonesia” pada Rabu (8/4/2026).

Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yogi Setya Permana, mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara kota yang berhasil menurunkan frekuensi banjir dengan kota yang justru mengalami peningkatan, meskipun telah melakukan investasi infrastruktur dalam skala besar.

Paradoks Investasi Infrastruktur

Dalam pemaparannya, Yogi menjelaskan bahwa sejumlah kota seperti Semarang dan Bandung mengalami peningkatan frekuensi serta intensitas banjir, meskipun pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti stasiun pompa dan polder.

Sebaliknya, kota seperti Surabaya dan Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren penurunan frekuensi banjir. Perbedaan tersebut, menurut Yogi, menunjukkan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada aspek teknis belum cukup untuk menjawab persoalan banjir secara menyeluruh.

Faktor Politik dan Penegakan Regulasi

Riset berjudul Flooded by Politics: The Political Economy of Flood Risk Management in Indonesia menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor politik dalam pengelolaan risiko banjir.

Selama ini, aspek politik kerap dikesampingkan dalam diskusi adaptasi perubahan iklim. Padahal, penurunan kualitas lingkungan dan buruknya sistem drainase sering kali berkaitan dengan lemahnya penegakan regulasi.

baca juga

Yogi menyebutkan bahwa kondisi tersebut tidak jarang dipengaruhi oleh adanya relasi antara aktor politik dan pelaku usaha yang berdampak pada kompromi terhadap aturan tata ruang.

“Manajemen banjir ini juga menjadi sebuah political outcomes, bukan hanya technical atau managerial outcomes,” ujar Yogi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik tidak akan efektif tanpa diiringi perbaikan tata kelola dan sistem pengawasan yang memadai.

Peran Partisipasi Publik

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan banjir yang lebih efektif. Kota Surabaya disebut sebagai salah satu contoh yang berhasil menekan risiko banjir melalui keterlibatan publik yang kuat.

Partisipasi masyarakat, termasuk melalui media komunitas, dinilai mampu mendorong pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.

Tekanan dari masyarakat sipil dinilai dapat mempersempit ruang terjadinya pelanggaran tata ruang maupun penyimpangan kebijakan.

Para peneliti menilai bahwa pengelolaan banjir ke depan perlu mengintegrasikan berbagai pendekatan, mulai dari solusi teknis, solusi berbasis alam, hingga penguatan tata kelola.

Selain itu, transparansi dalam pengambilan kebijakan serta akuntabilitas politik menjadi faktor penting dalam menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap risiko banjir.

Tanpa adanya upaya pembenahan dalam aspek tersebut, risiko banjir di kota-kota pesisir Indonesia dinilai akan terus berulang meskipun investasi infrastruktur terus ditingkatkan.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob

News | Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×