- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menolak usulan kenaikan harga BBM bersubsidi dari Jusuf Kalla.
- Pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM tetap terjangkau melalui efisiensi anggaran guna melindungi ekonomi masyarakat lapisan bawah.
- Presiden Prabowo Subianto mendukung stabilitas ekonomi dengan mempercepat transisi energi melalui pembangunan pabrik kendaraan listrik di Magelang.
Ia beralasan pemangkasan pada sektor-sektor tersebut justru akan berdampak langsung pada masyarakat dan masa depan pembangunan.
Di sisi lain, JK secara terbuka menyebut pengurangan subsidi sebagai opsi realistis, meski konsekuensinya adalah kenaikan harga.
"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga, dan itu dilakukan di banyak negara," katanya.
Ia menilai harga BBM yang terlalu murah justru mendorong konsumsi berlebih dan membebani fiskal negara.
Meski menyadari potensi penolakan publik, JK juga menilai kenaikan harga BBM masih bisa ditoleransi, terutama oleh kelompok masyarakat mampu.
"Ya pasti sementara ada protes, tapi ingat yang paling banyak memakai BBM yang punya mobil, ya. Yang punya mobil itu pertama dia lebih mampu jadi kalau naik saja 20-30% itu bagi mereka tentu tidak, biasa saja. Kedua kalau motor tentu, bisa diatur," pungkasnya.