Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk

Bangun Santoso

Kamis, 09 April 2026 | 18:26 WIB
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
Komika Pandji Pragiwaksono menyambangi Polda Metro Jaya. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
baca 10 detik
  • Pandji Pragiwaksono menghadiri dialog bersama lima pelapor di Polda Metro Jaya pada 9 April 2026 terkait konten Mens Rea.
  • Pertemuan bertujuan menjembatani komunikasi, di mana Pandji menyampaikan permintaan maaf dan mendengarkan aspirasi dari pihak para pelapor tersebut.
  • Polda Metro Jaya tetap melanjutkan proses penyelidikan hukum dengan memeriksa saksi dan ahli guna mendalami laporan perkara tersebut.

Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi agenda di Polda Metro Jaya untuk melakukan dialog langsung dengan pihak-pihak yang melaporkan dirinya terkait konten dalam pertunjukan komedi tunggal bertajuk "Mens Rea".

Pertemuan yang difasilitasi oleh pihak kepolisian ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi antara terlapor dan para pelapor guna mencari titik temu atas persoalan yang muncul.

Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono, Haris Azhar, memberikan keterangan mendalam mengenai jalannya proses tersebut saat ditemui di markas Polda Metro Jaya.

Haris menjelaskan bahwa inisiatif dialog ini datang dari pihak Pandji yang kemudian direspons positif oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

"Kami minta ke Polda Metro melalui Dirreskrimum untuk diadakan semacam dialog dengan para pelapor. Tadi ada lima pelapor hadir semua, dan tadi proses dialognya difasilitasi dengan baik oleh Polda Metro yang sangat disiapkan sejak kira-kira mungkin dua minggu yang lalu," kata Haris Azhar saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Haris Azhar memastikan bahwa seluruh pelapor yang berjumlah lima orang hadir secara fisik.

Pihak Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dalam kapasitasnya sebagai terlapor, mereka tidak mengajukan tuntutan apa pun kepada para pelapor, melainkan lebih mengedepankan ruang diskusi untuk memahami duduk perkara dari sudut pandang pelapor.

"Tapi kami tunjukkan itikad baik bahwa kami ingin dialog, bertukar pikiran, bertukar informasi, bertukar pandangan, kira-kira sebetulnya apa latar belakang mereka bikin laporan ke Polda Metro Jaya," ucapnya.

Hasil dari dialog tersebut mengungkap beberapa poin penting yang menjadi aspirasi dari para pelapor.

baca juga

Haris Azhar membeberkan bahwa dalam ruangan tersebut telah terjadi penyampaian maaf dari pihak Pandji.

Selain itu, para pelapor menyampaikan permintaan khusus agar Pandji melakukan perubahan sikap spiritual dan memberikan pernyataan resmi kepada khalayak.

Haris juga menambahkan dialog tersebut adanya permintaan maaf dari Pandji, kemudian Pandji diminta bertobat kepada Allah SWT dan tidak mengulangi perbuatannya dan meminta maaf ke publik.

Mengenai kelanjutan dari hubungan antara kedua belah pihak, Haris Azhar menyatakan keterbukaan kliennya untuk terus menjalin komunikasi.

Pihaknya bahkan bersedia untuk melakukan kunjungan balasan ke kediaman atau lokasi para pelapor jika diperlukan diskusi lebih lanjut di masa mendatang guna mempererat silaturahmi.

"Jadi tadi murni benar-benar dialog, saya tekankan sekali lagi. Kita cari substansinya secara genuine, ada pertukaran satu sama lain. Kami nggak pusing dengan soal dihentikan, RJ (Restorative Justice), cabut laporan, atau diteruskan kasusnya," katanya.

Pandji Pragiwaksono sendiri memberikan tanggapan langsung mengenai pengalamannya bertemu dengan para pelapor.

Baginya, momen ini merupakan kesempatan yang sudah lama dinantikan untuk memahami keresahan yang dirasakan oleh pihak pelapor secara langsung tanpa perantara, sekaligus memberikan penjelasan mengenai latar belakang karyanya.

"Saya yang datang-datang berasumsi mungkin akan ada banyak perdebatan, tapi ternyata berjalan dengan sejuk, ditutup dengan ketawa-ketawa," jelasnya.

Meski dialog telah berjalan dengan suasana yang kondusif, proses hukum di tingkat kepolisian tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman materi perkara dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk saksi ahli yang relevan dengan kasus tersebut.

"Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan yang tidak dijawab oleh saudara terlapor dan itu hak yang bersangkutan, sehingga penyidik harus mendalami lagi ke saksi lain dan pihak lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3).

Budi menambahkan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penyelidik masih membutuhkan waktu untuk menyusun konstruksi hukum yang lengkap sebelum menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan laporan pencemaran nama baik ini.

Sejauh ini, kepolisian telah memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan guna memperjelas substansi dari konten "Mens Rea" yang dipersoalkan.

Pemeriksaan mencakup saksi-saksi yang mengetahui kejadian serta ahli bahasa atau ahli pidana untuk membedah konten tersebut.

"Saat ini kami sudah melakukan pengambilan keterangan terhadap 10 orang, baik itu saksi maupun para ahli, yang sehubungan dengan substansi konten tersebut," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/1).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya

Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:42 WIB

4 Syarat Novel Bakmumin Agar Laporan ke Pandji Pragiwaksono Dicabut

4 Syarat Novel Bakmumin Agar Laporan ke Pandji Pragiwaksono Dicabut

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:03 WIB

Mediasi Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin Datangi Polda Metro Jaya

Mediasi Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin Datangi Polda Metro Jaya

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:36 WIB

Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo

Saiful Mujani Dipolisikan! Dituding Hasut Makar Usai Serukan Narasi Jatuhkan Prabowo

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:30 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar 1.833 Kasus Narkoba: Lab Ekstasi Bassura hingga Vape Bius Etomidet

Polda Metro Jaya Bongkar 1.833 Kasus Narkoba: Lab Ekstasi Bassura hingga Vape Bius Etomidet

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:08 WIB

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:03 WIB

Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan

Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan

News | Senin, 06 April 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×