Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 06:26 WIB
Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. ANTARA/Anadolu/py/am.
baca 10 detik
  • PM Lebanon meminta Pakistan mendukung penghentian serangan militer Israel terhadap warga sipil Beirut.

  • Pakistan berperan sebagai mediator kunci dalam gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Israel mengecualikan Lebanon dari gencatan senjata karena faktor keterlibatan gerakan Hizbullah.

Suara.com - Situasi keamanan di Lebanon kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan akibat eskalasi militer.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, secara resmi telah menghubungi pemerintah Pakistan untuk meminta bantuan diplomatik.

Permintaan ini bertujuan agar Pakistan mendukung upaya penghentian segera agresi Israel terhadap wilayah Beirut.

Langkah ini diambil mengingat banyaknya warga sipil yang menjadi korban dalam rangkaian serangan udara tersebut.

Kantor Perdana Menteri Lebanon merilis keterangan resmi ini setelah adanya komunikasi via telepon.

Nawaf Salam berbicara langsung dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada hari Kamis waktu setempat.

Dalam percakapan tersebut, pihak Lebanon menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif perdamaian yang selama ini diupayakan Pakistan.

"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip dari Sputnik.

Keterlibatan Pakistan dianggap sangat krusial karena posisinya sebagai aktor kunci dalam stabilitas kawasan.

baca juga

Selama ini, Pakistan berperan besar menjembatani komunikasi antara Amerika Serikat dan pihak Iran.

Keberhasilan mediasi Pakistan sebelumnya telah membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi peta politik global.

Presiden AS, Donald Trump, sempat mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Kesepakatan tersebut membawa dampak positif bagi jalur distribusi energi internasional yang sangat vital.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi pada hari Rabu perihal pembukaan kembali Selat Hormuz.

Wilayah perairan ini sangat penting karena menjadi jalur bagi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Namun, di tengah angin segar gencatan senjata tersebut, serangan militer justru menghantam Lebanon selatan.

Pesawat tempur dan artileri milik Israel dilaporkan membombardir puluhan permukiman di wilayah tersebut.

Salah satu kota besar yang menjadi sasaran utama dari gempuran militer ini adalah kota Tyre.

Serangan ini terjadi di hari yang sama saat pengumuman pembukaan Selat Hormuz disiarkan ke publik.

Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah akibat ledakan artileri tersebut.

Ketegangan semakin memuncak ketika Donald Trump memberikan pernyataan terkait cakupan wilayah gencatan senjata.

Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.

Alasan utamanya adalah adanya keterlibatan gerakan Hizbullah yang aktif di wilayah kedaulatan Lebanon tersebut.

Hal ini menciptakan celah besar dalam upaya perdamaian yang sedang diusahakan oleh para mediator internasional.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari pihak Teheran yang merasa kesepakatan telah dikhianati.

Pihak Iran menilai berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon sebagai sebuah tindakan provokatif.

Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.

Ketidakpastian ini membuat posisi Lebanon semakin terjepit di tengah konflik kepentingan kekuatan besar.

Oleh karena itu, dukungan Pakistan sangat diharapkan untuk menekan Israel agar segera menghentikan operasinya.

Tanpa adanya tekanan internasional, dikhawatirkan jumlah korban sipil di Lebanon akan terus bertambah.

Pemerintah Lebanon tetap optimis bahwa jalur diplomatik masih bisa menjadi solusi terbaik saat ini.

Keamanan warga sipil menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan oleh PM Nawaf Salam.

Dunia kini menanti bagaimana Pakistan akan merespons permintaan bantuan dari negara sahabat tersebut.

Upaya gencatan senjata yang menyeluruh sangat dibutuhkan untuk mencegah perang yang lebih luas.

Keseimbangan stabilitas di Timur Tengah saat ini bergantung pada efektivitas negosiasi antar negara kunci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:17 WIB

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:07 WIB

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 14:17 WIB

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:13 WIB

×