118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

Muhamad Yasir

Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB
118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan
Infografik BMKG terkait gempa bumi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-BMKG.
baca 10 detik
  • BMKG mencatat 118 gempa bumi di Kabupaten Bandung pada 11 hingga 17 September 2026.
  • Sebanyak 13 dari total gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat.
  • Pusat gempa dangkal tersebut berada di area yang belum terpetakan dan memerlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam.

Suara.com -
Sebanyak 118 gempa bumi terjadi di Kabupaten Bandung dan sekitarnya dalam tujuh hari terakhir. Dari jumlah tersebut, 13 gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Data tersebut dicatat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada periode 11 hingga 17 September 2026 pukul 08.00 WIB.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo 1,0 hingga 3,4. Gempa yang dirasakan warga terjadi di Pangalengan, Talegong, Cisewu, dan sekitarnya.

"Sebanyak 118 aktivitas gempa bumi tercatat dengan kekuatan berkisar M1,0 hingga M3,4, dan 13 kali gempa bumi dirasakan di Pangalengan, Talegong, Cisewu, dan sekitarnya," kata Wijayanto di Bandung, Kamis (17/9/2026).

Gempa yang dirasakan warga memiliki intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Getaran pada skala tersebut dapat dirasakan nyata di dalam rumah hingga terasa seperti truk yang sedang melintas.

Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa membentuk pola kelurusan berarah barat daya-timur laut. Lokasinya sekitar 5-8 kilometer sebelah barat Sesar Garut Selatan (Garsela) Segmen Kendang dan sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana.

Wijayanto mengatakan rangkaian gempa tersebut tergolong dangkal dan secara tektonik berkaitan dengan aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.

"Sebaran gempa bumi yang terjadi tidak berada pada Zona Sesar Garsela Segmen Kendang, Garsela Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka, tetapi berada pada area yang belum terpetakan," ujarnya.

Temuan tersebut, kata Wijayanto, perlu ditindaklanjuti dengan kajian lebih mendalam untuk mengetahui sumber gempa yang memicu rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

baca juga

Untuk memantau aktivitas seismik, BMKG mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di Jawa Barat. Jaringan tersebut juga digunakan untuk mendeteksi gempa mikro atau gempa bermagnitudo kecil dengan tingkat presisi yang cukup baik.

BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut dan memperbarui informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

Warga juga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:49 WIB

Terkini

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 14:17 WIB

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:13 WIB

×