Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

Bernadette Sariyem

Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB
Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris
Aktivis dan figur publik, Mia Khalifa, menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai negara teroris fasis karena mengebom tanah kelahirannya, Lebanon. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Mia Khalifa mengecam keras serangan udara Israel dan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Lebanon pada Kamis, 9 April.
  • Serangan tersebut menghantam pemukiman hingga rumah sakit di Lebanon, meski sebelumnya sempat diumumkan kesepakatan gencatan senjata oleh Pakistan.
  • Eskalasi militer ini menyebabkan sekitar 250 orang tewas serta memicu penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah negara Iran.

Suara.com - Aktivis dan figur publik, Mia Khalifa, memberikan reaksi yang sangat keras terhadap serangan agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap tanah kelahirannya, Lebanon.

Dalam video emosional yang diunggah di platform media sosialnya, Kamis (9/4), perempuan berusia 33 tahun ini secara tegas mengatakan AS serta Israel adalah negara teroris fasis melalui serangan udara besar-besaran yang menyasar infrastruktur sipil Lebanon.

Pernyataan ini muncul menyusul laporan mengenai salah satu serangan udara paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir, di mana ratusan rudal menghantam wilayah Lebanon hanya dalam hitungan menit.

Mia Khalifa, yang selama ini vokal menyuarakan isu-isu kemanusiaan di Timur Tengah, mengakui bahwa peristiwa ini adalah salah satu momen paling traumatis yang pernah ia saksikan melalui media sosial.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Khalifa tidak menahan diri dalam memberikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri AS dan tindakan militer Israel.

Ia secara terbuka menyebut kedua negara tersebut sebagai entitas yang melakukan kejahatan perang secara sistematis.

“Ini tak lain adalah terorisme yang dilakukan oleh dua negara, yang kejahatan perangnya sama persis. AS dan ISrael adalah negara teroris dan fasis, yang suatu hari nanti akan diadili di Den Haag," tulis Mia Khalifa dalam keterangan videonya, dikutip hari Jumat (10/4/2026).

Dalam video yang dibagikannya, Khalifa tampak menangis. Ia menyoroti skala kehancuran yang terjadi, terutama karena serangan tersebut dilaporkan mengenai area pemukiman, fasilitas pendidikan, hingga rumah sakit, tepat di tengah kabar adanya kesepakatan gencatan senjata.

“Hari ini adalah salah satu hal tersulit untuk disaksikan dalam waktu yang sangat lama di media sosial. Itu sudah cukup menggambarkan betapa mengerikannya peristiwa in,  karena kita telah menyaksikan genosida terjadi di depan mata kita selama beberapa dekade, terlebih lagi dalam tiga hingga empat tahun terakhir," kata mantan artis film dewasa ini.

baca juga

Sebagai orang yang kini menjadi warga negara AS, Mia Khalifa merasa kecewa karena uang pajak darinya ikut membiayai pengeboman tanah kelahirannya.

"160 serangan udara dalam 10 menit terhadap bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, infrastruktur sipil, pemakaman dengan prosesi pemakaman, di tengah gencatan senjata. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menerima uang pajak saya digunakan untuk hal ini di tanah air saya.”

Situasi 'Dystopian' di Tengah Krisis Kemanusiaan

Lebih lanjut, Mia Khalifa mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap paradoks dunia modern.

Ia merasa dunia saat ini berada dalam kondisi dystopian atau distopia, di mana kemajuan teknologi ruang angkasa berjalan beriringan dengan kehancuran kemanusiaan di bumi.

“Aku tidak, seperti, aku merasa sangat penting untuk berada di sini dan untuk berbicara serta mengatakan ini, tetapi aku benar-benar kehilangan kata-kata. Kita mengirim orang untuk mengamati kehidupan di bulan sementara kita saling membom. Ini distopia,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:17 WIB

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:04 WIB

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:12 WIB

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×