Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

Bernadette Sariyem | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB
Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris
Aktivis dan figur publik, Mia Khalifa, menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai negara teroris fasis karena mengebom tanah kelahirannya, Lebanon. [Suara.com]
  • Mia Khalifa mengecam keras serangan udara Israel dan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Lebanon pada Kamis, 9 April.
  • Serangan tersebut menghantam pemukiman hingga rumah sakit di Lebanon, meski sebelumnya sempat diumumkan kesepakatan gencatan senjata oleh Pakistan.
  • Eskalasi militer ini menyebabkan sekitar 250 orang tewas serta memicu penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah negara Iran.
Israel serang Lebanon (Antara)
Israel serang Lebanon (Antara)

Ia juga mempertanyakan kapan kekerasan ini akan berakhir, dan menyatakan solidaritas penuh bagi rakyat Lebanon yang kini berada di bawah bayang-bayang ketakutan.

Menurutnya, serangan yang terjadi saat ini merupakan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan sebuah negara.

“Ini gila. Kita menyaksikan ini terjadi di depan mata kita pada suatu bangsa, dan sekarang kita menyaksikan hal itu terjadi di depan mata kita secara terang-terangan dan terbuka pada negara berdaulat lainnya. Kapan ini akan berakhir? Kapan ini akan berhenti? Pikiran saya bersama semua orang di Lebanon saat ini,” tambah Khalifa.

Pada akhir pesannya, ia menutup dengan kalimat emosional, “Hati saya ikut merasakan apa yang terjadi pada kalian. Sungguh, saya tidak ingin menangis di sini, karena saya sangat beruntung. Saya sangat beruntung, tetapi….”

Gagalnya Gencatan Senjata dan Eskalasi Besar

Serangan yang dikomentari oleh Khalifa ini terjadi tak lama setelah pengumuman gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan antara AS dan Iran, Rabu (8/4).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sebelumnya telah menyatakan melalui platform X bahwa aliansi tersebut telah menyetujui gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon.

Namun, perdamaian tersebut hanya bertahan sekejap. Israel segera meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon."

Militer Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target dalam waktu hanya 10 menit. Laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 250 orang tewas dalam serangan kilat tersebut.

Dampak dari eskalasi ini sangat luas. Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut.

Sementara di lain sisi, AS menyatakan penghentian operasi militer di Lebanon sebenarnya tidak pernah menjadi bagian dari rincian perjanjian gencatan senjata yang dibicarakan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengisyaratkan meskipun pihaknya mendukung prinsip gencatan senjata, operasi militer di Lebanon akan tetap dilanjutkan demi kepentingan keamanan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:17 WIB

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:04 WIB

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 00:55 WIB

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:14 WIB

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:04 WIB

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:33 WIB

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:31 WIB

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:29 WIB

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:22 WIB

Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban

Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:20 WIB

Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya

Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:14 WIB

Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba

Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:09 WIB